Indeks
Berita  

Tolak Helikopter, Gubernur Gusnar Pilih Naik Ojek Warga Saat Kunjungi Pinogu

BONE BOLANGO,MEDGO.ID — Ada cara berbeda yang dipilih Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Pinogu, Kabupaten Bone Bolango, Selasa (22/9/2026).

Alih-alih menggunakan helikopter, Gusnar bersama Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim, pimpinan OPD dan unsur Forkopimda memilih menempuh perjalanan darat dengan menggunakan sepeda motor atau ojek milik warga.

Pilihan tersebut bukan sekadar soal moda transportasi. Bagi Gusnar, perjalanan melalui jalur darat menjadi cara untuk melihat dan merasakan langsung kondisi akses menuju salah satu wilayah paling terpencil di Gorontalo tersebut.

“Gubernur datang ke sini, tadinya disarankan untuk naik helikopter supaya langsung turun di sini dan langsung meninjau. Saran itu saya tolak. Saya bilang kalau pakai helikopter saya tidak bisa merasakan kesulitan warga. Lebih bagus kita lewat darat supaya bisa hitung berapa panjang jalan dan jembatan yang sulit dilewati itu,” kata Gusnar disambut tepuk tangan warga.

Kunjungan tersebut menjadi perjalanan pertama Gusnar sebagai Gubernur Gorontalo ke Kecamatan Pinogu. Ia tercatat sebagai gubernur kedua yang melakukan kunjungan kerja ke wilayah tersebut setelah Rusli Habibie.

Perbedaannya, Rusli Habibie ketika itu datang menggunakan helikopter. Sementara Gusnar memilih menempuh perjalanan dengan sepeda motor bersama warga.

Empat hingga Lima Jam Menembus Jalur Perbukitan

Perjalanan menuju Pinogu bukan perkara mudah. Kecamatan tersebut berada di kawasan yang harus ditempuh dengan melewati wilayah Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW).

Akses kendaraan roda empat belum tersedia. Warga mengandalkan jalur setapak yang membelah kawasan perbukitan dan hutan untuk melakukan mobilitas sehari-hari.

Dalam kondisi cuaca kering, perjalanan menggunakan kendaraan roda dua dapat memakan waktu sekitar empat hingga lima jam. Namun, kondisi menjadi jauh lebih berat ketika musim hujan tiba.

Tanah yang lunak membuat sepeda motor trail yang biasa digunakan warga pun harus menghadapi medan yang sulit dilalui.

Sebelum memasuki kawasan TNBNW, rombongan terlebih dahulu singgah di Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur. Lokasi yang oleh warga dikenal sebagai Sabua 4 atau Pondok 4 itu merupakan titik akhir wilayah Kecamatan Suwawa Timur sekaligus batas berakhirnya jalan rabat beton.

Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menyusuri jalur yang lebih menantang menuju Pinogu.

“Saya menyebut perjalanan ini tiga etape. Etape pertama cukup sulit, kedua sulit, ketiga sulit sekali,” canda Gusnar saat tiba di jembatan Pohulongo, Kecamatan Pinogu.

Berhenti di Rumah Warga, Menikmati Kopi Pinogu

Di tengah perjalanan, rombongan Gubernur Gusnar juga menyempatkan diri singgah di sebuah rumah warga yang berada di ujung jembatan gantung Pohulongo.

Rumah tersebut menjadi tempat tinggal sepasang suami istri paruh baya. Gusnar menyapa keduanya dan berbincang sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

Tuan rumah kemudian menyuguhkan kopi Pinogu asli kepada Gubernur bersama pimpinan OPD yang ikut dalam rombongan.

Momen tersebut menjadi salah satu bagian dari kunjungan yang memperlihatkan kedekatan Gusnar dengan masyarakat setempat sekaligus memberi kesempatan kepada rombongan untuk beristirahat setelah menempuh perjalanan panjang.

Tak Sekadar Kunjungan, Bawa Bantuan untuk Warga

Setibanya di Pinogu, kunjungan Gubernur tidak hanya diisi dengan peninjauan kondisi wilayah dan akses transportasi.

Gusnar turut meninjau pembangunan fasilitas SMA Negeri 1 Pinogu dengan nilai proyek mencapai Rp2,7 miliar.

Sejumlah bantuan juga diserahkan kepada masyarakat dan siswa. Di antaranya bantuan alat olahraga serta tas bagi para siswa setempat.

Sementara bagi masyarakat di perkampungan, pemerintah menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada 329 kepala keluarga.

Bantuan lainnya berupa 100 kilogram ikan tuna dan cakalang turut diberikan kepada masyarakat.

Pemerintah Provinsi Gorontalo juga menghadirkan pelayanan kesehatan gratis dengan melibatkan dokter spesialis untuk memberikan pelayanan langsung kepada warga.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk melihat dari dekat berbagai kebutuhan masyarakat Pinogu, terutama berkaitan dengan akses transportasi, pendidikan, pangan, olahraga dan pelayanan kesehatan.

Kehadiran Gubernur bersama jajaran pemerintah daerah di tengah keterbatasan akses menuju Pinogu diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil.

Exit mobile version