Indeks

Tegas! Wabup Iwan Atur Jam Apel Korpri Pukul 07.45 WITA, ASN Terlambat Diberi Sanksi Khusus

Pohuwato, Medgo.ID – Ada hal yang tidak biasa terjadi menjelang pelaksanaan Apel Korpri tingkat Kabupaten Pohuwato, Senin (20/04/2026), di halaman Kantor Bupati Pohuwato. Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, tampak turun langsung memeriksa barisan peserta apel sebelum kegiatan dimulai.

Wabup Iwan terlihat menyusuri setiap barisan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna memastikan kehadiran serta kesiapan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai peserta apel. Ia juga meminta seluruh peserta untuk segera merapikan barisan agar apel dapat dimulai tepat waktu.

“Kami minta semua bisa maju dan mengatur barisan masing-masing OPD. Ini menjadi perhatian bersama. Apel Korpri adalah apel seluruh ASN yang merupakan anggota Korpri, sehingga semuanya harus ikut serta dengan tertib,”tegasnya.

Ia menyayangkan jika saat apel berlangsung masih ada peserta yang belum masuk dalam barisan. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan kurangnya kedisiplinan yang perlu segera diperbaiki.

Lebih lanjut, Wabup menegaskan bahwa ke depan pelaksanaan apel Korpri akan dimulai lebih tepat waktu, yakni pukul 07.45 WITA.

“Paling lambat jam 07.45 WITA apel sudah dimulai. Untuk itu kami ingatkan seluruh ASN agar memperhatikan ketepatan waktu pada apel Korpri bulan depan,”ujarnya.

Wabup juga meminta para pimpinan OPD untuk berperan aktif dalam mengingatkan dan mengatur kehadiran ASN di lingkungan kerja masing-masing. Ia bahkan mengingatkan akan adanya penertiban khusus bagi ASN yang datang terlambat.

“Jangan sampai ada ASN yang terlambat. Ke depan akan diatur, yang terlambat bisa saja dipisahkan dalam barisan tersendiri,”ingatnya.

Di akhir arahannya, Wabup Iwan Adam mengajak seluruh anggota Korpri Pohuwato untuk tetap menjaga semangat pengabdian kepada masyarakat, meskipun daerah tengah menghadapi kondisi efisiensi anggaran.

“Tunjukkan semangat sebagai pelayan masyarakat. Insyaallah dengan semangat itu kita bisa menjadi ASN yang baik. Meski kondisi keuangan daerah masih efisien, semangat harus tetap ada. Hindari korupsi karena itu akan merusak citra kita sebagai ASN,”pungkasnya.(Adv)

Exit mobile version