Kota Gorontalo, MEDGO.ID — Puluhan tahun rumahnya tak tersentuh, bantuan pemerintah, padahal pengabdian suaminya Alm. Usman Mohamad di Masjid Sabilil Muhtadin Kelurahan Pilolodaa Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, tak mampu menggerakkan nurani pengambil kebijakan, agar bagaimana caranya, tempat tinggal yang tak layak huni, dapat direhab. Tak harus mewah, tapi pantas untuk ditempatinya.
Kini, Alm Usman suaminya Hani Abdul (63), tak lagi mengemban amanah sebagai Imam. Empat bulan lalu, telah berpulang kehadirat Allah, meninggalkan istrinya seorang janda lansia, dengan keterbatasan fisik (disabilitas), bersama tanggungan seorang anak.
Memang, pekerjaan suaminya hanya mengurus umat, mulai dari mimimpin shalat, dan melakukan tugas fardhu kifayah (menangani saat orang meninggal) dan selebihnya, memenuhi undangan do’a warga Kelurahan Piloloda’a.
Penghasilannya almarhum sebagai kepala keluarga, tentu tak cukup, terkadang pulang ke rumah tak makan, sementara amanah tetap harus dijalankan 1 X 24 jam, begitulah tugas Imam Masjid, semasa hidupnya.
Namun, Hani sebagai istri menerima keadaan itu, dengan sabar dan ikhlas, segala keterbatasan, dan kemampuan suaminya, untuk menafkahi ia bersama anaknya.

Beruntung, urusan kesehatan bukan masalah, sebab kuluarga ini mendapatkan bantuan sosial BPJS kesehatan, jadi kalau ada yang sakit, tak membebani keluarga. tak hanya itu, suamninya mendapatkan santunan dari pemerintah dalam program BPNT (Bantuan pangan Non-Tunai) sejumlah Rp 200.000,- per bulan, yang dibayarkan setiap 3 tiga bulan. Jadi ada tambahan untuk menopang kebutuhan sehari-hari keluarga. Tapi, bantuan sosial non-tunai itu telah diputus, sebab suaminya sebagaai penerima sudah meninggal.
Saat, dikonfirmasi ke Dinas Sosial Kota Gorontalo, Herson Tahir selaku Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Perlindungan dan Jaminan Sosial, menegaskan, Ibu Hani abdul tetap masuk dalam Desil 5, untuk itu masih berkesempatan menerima bansos berupa PKH Lansia. Ia menambahkan bahwa, bantuan rumah dari OPSHID merupakan rekomendasi dari dinas, ada sejumlah rumah, namun karena rekomendasi tidak ada yang memenuhi syarat, akhirnya Tim OPSHIP mencari sendiri dan yang rumah Ibu Hani Abdul masuk dalam Program Rumah Syukur Layak Huni, untuk dibangun baru.

Dengan kondisi keterbatasan ini, mana mungkin Hani Abdul bersama suaminya, dapat memperbaiki rumah mereka ini. Memang, ada berbagai program yang ditawarkan kepada mereka, hanya saja, terkendala pada partisipasi (swadaya), baik berupa material dan upah pekerja, sebagaai calon penerima manfaat bantuan rumah layak huni, harus terlewati bertahun-tahun.
Ibu Hani tak menyangka, bahwa sepeninggal suaminya, ia ketiban rejeki, harapan puluhan tahun, yang sudah lama dinantikan, memiliki rumah yang layak, untuk dihuni, kala bersama suami dan anak-anak. segera bakal terwujud.
“Dua bulan lalu, saya dikunjungi September 2025 dari Tim bedah rumah OPSHID (Oragnisasi Pemuda Shiddiqiyyah),” ujar Ibu hanid Abdul dengan senyum, saat diwawancarai oleh wartawan Medgo.ID, dikediamanya, Rabu (12/11/2025).
Pembangunanya, tak lama, hanya membutuhkan sebulan rumah yang didambakan Ibu Hani Abdul bersama Alm Usman Mohamad mendiang suaminya, sudah selesai, ia sangat bersyukur dan terharu, semoga budi baik para Pemuda OPSHID yang terinspirasi dari semangat jiwa Sumpah pemuda dan Lahirnya Lagu Indonesia Raya, mendapat ganjaran berlimpah dari Sang Pencipta.
“Alhamdulillah, saya menyampaikan terima kasih banyak, semoga para dermawan diberikan kesehatan dan rejeki yang berlimpah dari Allah,’ do’a Ibu Hani Abdul sambil meneteskan air mata.
Informasi kegiatan OPSHID di Gorontalo, diketahui saat Basis Indro Hardjodikoro, musisi senior yang berkunjung ke lokasi pembangunan rumah, yang program nasional ada 98 rumah, dan Pulau Sulawesi untuk pertama kalinya, dilaksanakan di provinsi Gorontalo, tepatnya dikelurahan Piloloda’a Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, yang penerima manfaatnya adalah Ibu Hani Abdul.
Peresmianya, sudah dilakukan, oleh Wakil Walikota Gorontalo, Selasa (28/10/2025) bertepatan dengan Tasyakuran Hari Siumpah Pemuda dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, sehingga rumah ini, telah dimanfaatkan dan ditempati oleh Ibu Hani Abdul.
Selain di Gorontalo ada 98 rumah yang telah dibangun OPSHID tersebar seluruh Indonesia, yang telah diresmikan, melalui acara di Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman, Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia, Losari, Ploso, Jombang. jawa Timur.(MDG)



















