Indeks
Berita  

Plafon Kelas Ambruk, SMA Negeri 1 Pulubala Diusulkan Masuk Revitalisasi 2026/2027

KOTA GORONTALO, MEDGO.ID – Keselamatan peserta didik menjadi perhatian utama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Gorontalo menyusul ambruknya plafon salah satu ruang kelas di SMA Negeri 1 Pulubala. Selain melakukan penanganan darurat, pemerintah daerah tengah mengupayakan perbaikan permanen melalui program revitalisasi satuan pendidikan.

Kepala Dinas Dikbud Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad, mengapresiasi langkah Ketua dan Anggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo yang turun langsung melakukan kunjungan kerja sekaligus pengawasan terhadap kondisi bangunan sekolah tersebut. Menurutnya, keterlibatan DPRD menjadi bentuk sinergi dalam memastikan keamanan lingkungan belajar dan meningkatkan kualitas sarana pendidikan.

Sudarman menjelaskan, pihaknya telah bergerak setelah menerima laporan dari kepala sekolah. Tim Sarana dan Prasarana Bidang Pembinaan SMA (PSMA) langsung diterjunkan untuk memeriksa kondisi bangunan dan melakukan asesmen di lokasi.

Hasil pemeriksaan menunjukkan ruang kelas yang mengalami kerusakan merupakan bangunan lama dengan tingkat kerusakan sedang hingga berat. Curah hujan tinggi serta kondisi material plafon yang telah lapuk akibat usia bangunan diduga menjadi pemicu ambruknya bagian tersebut.

“Jadi memang, baik Komisi III dan Tim Dikbud sudah memberi atensi dan respon terkait hal ini, bahkan sebelum diulas oleh media, sehingga ulasan media Ulanda perlu kami lengkapi,” ujarnya

Sebagai langkah pencegahan, ruang kelas yang terdampak langsung dikosongkan dan dipasangi garis pengaman. Untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung, sekolah memindahkan sementara proses pembelajaran ke ruang laboratorium dan perpustakaan.

Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi 48 peserta didik yang sebelumnya menggunakan ruang kelas tersebut, sekaligus memastikan aktivitas pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

Masuk usulan prioritas revitalisasi 2026/2027

Untuk mengatasi kerusakan secara menyeluruh, Dikbud Provinsi Gorontalo telah memasukkan SMA Negeri 1 Pulubala dalam daftar usulan prioritas Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026/2027.

Sudarman menyampaikan bahwa usulan tersebut telah diinput melalui Aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan diajukan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Pengajuan dilakukan berdasarkan data kerusakan sarana dan prasarana yang telah melalui proses verifikasi.

Dalam data tersebut, kerusakan bangunan, termasuk bagian atap dan plafon, tercatat sebagai kerusakan berat. Data itu menjadi dasar pengusulan bantuan revitalisasi maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk jenjang SMA.

Saat ini, usulan perbaikan tersebut masih menjalani proses verifikasi di tingkat pemerintah pusat. Karena itu, pemerintah daerah juga menyiapkan alternatif penanganan agar perbaikan tidak sepenuhnya bergantung pada realisasi bantuan pusat.

Dikbud Provinsi Gorontalo berencana mengusulkan kebutuhan perbaikan melalui Dana Pemeliharaan dalam APBD Perubahan dan APBD Induk 2026. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang penanganan sesuai ketersediaan anggaran dan ketentuan yang berlaku.

Sudarman menegaskan bahwa koordinasi dengan DPRD akan terus dilakukan, terutama untuk mengawal dukungan anggaran serta mempercepat penanganan kerusakan bangunan sekolah.

“Keselamatan dan kenyamanan belajar siswa adalah prioritas utama. Kami akan terus berkoordinasi intensif dengan Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo untuk mengawal anggaran dan mempercepat realisasi revitalisasi SMA Negeri 1 Pulubala,” kata Sudarman Samad.

Melalui langkah darurat dan pengusulan perbaikan permanen tersebut, Dikbud Provinsi Gorontalo berharap kondisi bangunan SMA Negeri 1 Pulubala dapat segera ditangani. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang aman dan layak bagi peserta didik. (Adv)

Exit mobile version