Indeks

KALA-REKA Antar Mahasiswa FT UNG Raih Penghargaan di Kompetisi Desain Internasional TISDC 2026

GORONTALO , MEDGO.ID— Dua mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Muhammad Ikhsan dan Risky Husain, berhasil meraih penghargaan dalam Taiwan International Student Design Competition (TISDC) 2026 melalui karya desain hunian pascabencana bertajuk KALA-REKA. Karya yang mengusung konsep adaptif dan berkelanjutan tersebut diikutsertakan dalam kategori Architecture & Landscape Design pada kompetisi desain mahasiswa berskala internasional.

Muhammad Ikhsan merupakan mahasiswa Program Studi D-IV Arsitektur Bangunan Gedung, sedangkan Risky Husain berasal dari Program Studi S1 Arsitektur. Prestasi keduanya menjadi kebanggaan bagi UNG sekaligus menunjukkan kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan inovasi arsitektur untuk menjawab persoalan kebencanaan.

Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Mohamad Amir Arham, M.E., menyambut positif capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan KALA-REKA memperlihatkan kemampuan mahasiswa UNG mengembangkan gagasan desain yang relevan dengan tantangan global, khususnya terkait ketahanan bencana dan keberlanjutan lingkungan.

“Keberhasilan KALA-REKA menembus jajaran pemenang merupakan sebuah kebanggaan. Hal ini menunjukkan bahwa karya mahasiswa UNG mampu bersaing dengan karya-karya inovatif lainnya di tingkat internasional,” ujarnya.

Penghargaan tersebut diraih di tengah persaingan ketat TISDC 2026 yang mengusung tema “Resilience”. Kompetisi yang didukung oleh World Design Organization (WDO) ini diikuti oleh 22.427 karya mahasiswa dari 92 negara dan wilayah. Tahap awal penilaian melibatkan 97 juri profesional dari berbagai negara, sedangkan penilaian akhir dilakukan oleh 35 juri yang berasal dari 21 organisasi desain internasional.

KALA-REKA menarik perhatian melalui pendekatan desain yang menggabungkan efisiensi pemanfaatan material, fleksibilitas ruang, dan kemandirian sistem hunian. Konsep tersebut dikembangkan untuk mendukung penyediaan tempat tinggal pascabencana yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta kondisi lingkungan.

Terdapat tiga prinsip utama yang menjadi dasar pengembangan KALA-REKA, yaitu up-cycled, modular, dan independen. Prinsip up-cycled menekankan pemanfaatan kembali material agar memiliki nilai guna, sementara konsep modular memungkinkan komponen bangunan dan ruang disesuaikan dengan kebutuhan penghuni. Adapun prinsip independen diarahkan pada pengembangan sistem hunian yang mandiri.

Ketiga prinsip tersebut dipadukan untuk menghadirkan pendekatan arsitektur yang lebih adaptif dalam menghadapi situasi pascabencana. Melalui rancangan ini, hunian tidak hanya dipandang sebagai tempat berlindung, tetapi juga sebagai solusi yang mempertimbangkan efisiensi sumber daya, fleksibilitas penggunaan, dan keberlanjutan.

Sebelum mengikuti kompetisi internasional, KALA-REKA telah melalui proses pengembangan dalam ajang nasional. Pada Maret 2026, karya tersebut terpilih sebagai salah satu karya terbaik dalam Sayembara Wakaf Desain Arsitektur Rumah Pascabencana Banjir Sumatera yang diinisiasi oleh Ikatan Arsitek Indonesia Jawa Barat bersama Yayasan Arsitektur Hijau Nusantara.

Pengalaman mengikuti sayembara nasional menjadi bagian dari perjalanan penyempurnaan gagasan KALA-REKA hingga mampu berkompetisi di tingkat internasional. Proses tersebut juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, memperkuat kualitas rancangan, dan menguji relevansi solusi yang ditawarkan terhadap persoalan nyata.

Dekan Fakultas Teknik UNG, Prof. Dr. Ir. Sardi Salim, M.Pd., menilai capaian tersebut mencerminkan pentingnya sinergi antara proses akademik, pembimbingan, dan partisipasi mahasiswa dalam kompetisi. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam berbagai ajang desain dapat menjadi sarana pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan inovasi sekaligus membangun kepercayaan diri dalam menghadapi persaingan global.

Prestasi Muhammad Ikhsan dan Risky Husain diharapkan dapat memotivasi mahasiswa UNG lainnya untuk menghasilkan karya inovatif yang berangkat dari kebutuhan masyarakat. Capaian ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan kreativitas yang memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat luas.

“Dari Gorontalo, KALA-REKA memperlihatkan bagaimana ide yang berangkat dari persoalan nyata dapat dikembangkan menjadi karya desain yang mendapat pengakuan di panggung dunia,” pungkasnya.(Adv)

Exit mobile version