Gorontalo, MEDGO.ID — Wakil Gubernur Idah Syahidah menaruh perhatian serius terhadap persoalan yang dialami salah satu guru di SMK Almamater Gorontalo, yang hingga kini belum menerima tunjangan sertifikasi selama satu semester.
Masalah tersebut muncul akibat adanya perbedaan persepsi dalam penempatan guru, di mana guru bersangkutan kini mengajar di jurusan kewirausahaan, yang ternyata sudah tidak lagi termasuk dalam link program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Menanggapi hal itu saat menerima audiensi perwakilan guru di kediamannya, Rabu (29/10), Idah menyampaikan bahwa solusi paling memungkinkan adalah pemindahan ke SMA yang memiliki jurusan sesuai bidang keahlian agar hak sertifikasi tetap bisa diterima.
Meski demikian, Idah memahami kendala yang dihadapi guru tersebut, terutama terkait jarak sekolah dengan tempat tinggal serta tanggung jawab keluarga yang masih membutuhkan perhatian.
“Dalam hidup ini, tidak semua yang kita inginkan bisa tercapai. Kadang ada yang harus dikorbankan,” ujar Idah.
Wagub menjelaskan, SMA Kabila dan SMA Kota saat ini sudah tidak memiliki kuota tambahan guru, sehingga penempatan alternatif kemungkinan akan diarahkan ke SMA di wilayah Kabupaten yang memiliki jurusan relevan. Ia meminta dinas pendidikan segera melakukan koordinasi agar pencairan sertifikasi yang tertunda bisa direalisasikan secepatnya.
Selain membahas persoalan pendidikan, Idah juga mengingatkan seluruh sekolah tingkat SMA dan SMK sederajat untuk turut berpartisipasi menyukseskan Perkemahan Satuan Karya (Peransaka) Nasional yang akan digelar pada 2–9 November 2025 di Bongo Hulawa, Kabupaten Gorontalo.
“Nanti malam saya kembali akan turun langsung mengecek persiapan akhir, mulai dari tenda, blok lokasi, hingga kesiapan panitia,” ungkapnya.(IH)













