Gorontalo, MEDGO.ID – Untuk memperkuat sinergi riset antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Partnership for Australia-Indonesia Research (PAIR), Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, melalui Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo Dr. Wahyudin A. Katili, menghadiri Roundtable Meeting yang diselenggarakan Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Rabu (13/8).
PAIR merupakan program riset strategis yang didanai Pemerintah Indonesia dan Australia melalui The Australia-Indonesia Centre (AIC), dengan fokus pada isu perubahan iklim dan masyarakat pesisir. Program ini mengedepankan pendekatan kolaboratif antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat.
Pada riset kali ini, perhatian diarahkan pada transisi energi menuju emisi net zero di fasilitas kesehatan.
Dr. Wahyudin menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya, Gorontalo sebagai wilayah pesisir membutuhkan riset berbasis data yang mampu menghasilkan kebijakan adaptif sekaligus memberdayakan masyarakat.
“Melalui kerja sama ini, atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo, saya mengapresiasi kegiatan ini. Kami bersama perguruan tinggi di Gorontalo akan terus bermitra dan berkolaborasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah berupaya memastikan kebijakan yang dikeluarkan tidak hanya sekadar analisis di atas kertas, tetapi juga berdasar pada pertimbangan akademis yang kuat.
“Teman-teman di perguruan tinggi telah banyak melakukan riset yang bisa dikumpulkan dan menjadi sumbangsih dasar kebijakan di tingkat pemerintahan. Semoga riset ini memberikan dampak positif, khususnya bagi Gorontalo yang sedang berkembang,” pungkasnya.
Terakhir, ia berharap dengan kemitraan ini dapat mendorong pembangunan daerah yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim kedepan. (Adv/IH)



















