Gorontalo, MEDGO.ID – Kunjungan Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI ke Kabupaten Bone Bolango mendapat sambutan hangat dari Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail. Ia menilai kehadiran lembaga tersebut menjadi dorongan baru bagi percepatan pembangunan akses jalan menuju Kecamatan Pinogu, wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan mobilitas akibat infrastruktur dasar yang minim.
Gubernur Gusnar menyampaikan apresiasi kepada Ketua BAM DPR RI, Ahmad Heryawan, bersama rombongan yang turun langsung melihat kondisi lapangan. Menurutnya, perhatian yang diberikan pemerintah pusat melalui BAM sangat berarti bagi masyarakat Pinogu.
“Kami menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Ahmad Heryawan, beserta tim yang telah turun langsung ke Kabupaten Bone Bolango untuk menindaklanjuti persoalan krusial pembangunan akses jalan di Kecamatan Pinogu,” ucap Gubernur Gusnar.
Ia menegaskan bahwa percepatan pembangunan akses jalan menuju Pinogu tidak dapat lagi ditunda. Salah satu tahapan paling penting yang harus segera dipenuhi ialah penyusunan Dokumen Engineering Design (DED), sebagai dasar teknis sebelum penganggaran dan pembangunan fisik dilakukan.
“DED harus segera dibuat. Tanpa itu, proses penganggaran tidak mungkin berjalan. Ini pondasinya,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Gorontalo, kata Gusnar, akan memperkuat sinergi bersama Pemkab Bone Bolango serta lembaga terkait seperti Balai Jalan Nasional (BPJN) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Hal ini penting mengingat sebagian wilayah Pinogu berada dalam kawasan hutan sehingga memerlukan harmonisasi aturan antara pusat dan daerah.
Gubernur menjelaskan bahwa pembangunan akses jalan ke Pinogu bukan hanya untuk mengatasi keterisolasian, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan ekonomi masyarakat, akses pelayanan dasar, pengembangan kawasan, hingga ketahanan pangan. Dengan potensi lahan subur dan sumber daya alam yang melimpah, Pinogu dinilai memiliki peluang besar untuk tumbuh jika konektivitas wilayah diperbaiki.
“Kami melihat Pinogu punya masa depan yang cerah. Tapi semua potensi itu tidak akan bernilai jika tidak ada akses jalan. Karena itu, penyusunan DED dan penyelesaian dokumen pendukung harus menjadi prioritas bersama,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penyelesaian persoalan Pinogu merupakan upaya membuka masa depan baru bagi warganya. Dengan kerja sama erat antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, serta BAM DPR RI, Gusnar optimistis keterisolasian Pinogu bisa berangsur-angsur teratasi. (Adv/IH)
