Pohuwato, Medgo.ID – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, meninjau langsung progres percetakan sawah di Desa Manunggal Karya dan Motolohu Selatan, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Kamis (26/2/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan percepatan target 5.000 hektare yang ditetapkan Menteri Pertanian dapat rampung pada 31 Maret 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Gusnar didampingi Sekdaprov Gorontalo Sofian Ibrahim, Kadis Pertanian Muljady Mario, Wakil Bupati Pohuwato, Kepala Seksi Teritorial Korem 133/NWB, serta sejumlah pimpinan OPD terkait. Rombongan meninjau lokasi percetakan sawah di kawasan daerah irigasi Randangan.
Program cetak sawah ini telah dimulai sejak Desember 2024. Namun, di lapangan masih terdapat sejumlah hambatan, terutama keterbatasan ekskavator untuk membuka lahan dan membentuk petak sawah.
“Kita membutuhkan kurang lebih 160 ekskavator untuk bisa mengejar target itu. Tapi bagi saya yang penting pekerjaan tetap berjalan. Mudah-mudahan kita lihat waktunya,” kata Gusnar.
Ia menegaskan, jika jumlah alat belum mencukupi, pemerintah provinsi akan menambah melalui kerja sama dengan perusahaan maupun penyewaan alat dari berbagai sumber di Gorontalo dan Manado.
Berdasarkan laporan pengawas lapangan, saat ini tersedia 90 unit alat, terdiri dari 67 unit ekskavator, lima unit dozer, 13 unit traktor roda empat, dan lima unit traktor roda dua. Namun dari 67 ekskavator tersebut, hanya dua hingga tiga unit yang beroperasi aktif setiap hari.
Kondisi ini membuat capaian cetak sawah baru berkisar satu hingga dua hektare per hari.
Meski demikian, sebagian lahan yang telah dicetak sudah mulai ditanami meskipun masih terbatas. Proses pencetakan dan pengolahan lahan akan terus dilakukan secara bertahap.
Gusnar juga mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Balai Sungai terkait jaringan irigasi, khususnya saluran tersier.
“Memang ada beberapa hektare yang berada di luar jaringan. Untuk itu akan dibangun pompa-pompa air guna mengairi areal yang tidak masuk dalam jaringan daerah irigasi,” jelasnya.
Berdasarkan data hingga 24 Februari 2026, realisasi cetak sawah di Kecamatan Randangan mencapai 423 hektare. Kegiatan ini turut didukung pembangunan infrastruktur berupa saluran pembuang sepanjang 16.712 meter, saluran tersier 5.942,5 meter, pematang 29.642 meter, jalan usaha tani 180 meter, serta satu unit pintu air.
Dari total 519 hektare lahan yang telah dicetak, seluas 135 hektare sudah diolah menggunakan alat yang tersedia. Di Desa Manunggal Karya, realisasi mencapai 37 hektare, sementara di Motolohu Selatan seluas 30 hektare.(Adv)













