Banner IDwebhost
Banner IDwebhost
Berita  

Sudarman Samad Buka Workshop Anti-Perundungan, Dorong Sekolah Jadi Ruang Aman bagi Siswa

GORONTALO, MEDGO.ID – Mewujudkan sekolah yang aman dan nyaman membutuhkan lebih dari sekadar proses pembelajaran yang baik. Pembentukan karakter, kepedulian, dan sikap saling menghargai di antara peserta didik juga menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya perundungan di lingkungan pendidikan.

Komitmen tersebut menjadi perhatian dalam Workshop Penguatan Pendidikan Karakter yang diselenggarakan SMA Negeri 1 Bonepantai di Fox Hotel Gorontalo, Kamis (1/10/2026). Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad.

Mengusung tema “Berani Baik, Berani Peduli, Bersama Ciptakan Sekolah tanpa Bullying”, workshop tersebut merupakan bagian dari Program Kerja SMA Negeri 1 Bonepantai Tahun 2026. Kegiatan diarahkan untuk memperkuat karakter peserta didik sekaligus membangun kesadaran bersama dalam mencegah perundungan.

Lihat Juga  Jubir Gubernur Pertanyakan Warning Rivai Bukusu, Menyoal Isu Lama, Tapi Diam Soal Kalimadu Kawasan UMKM Kota Terbengkalai

Dalam sambutannya, Sudarman menegaskan bahwa pendidikan karakter harus berjalan beriringan dengan penciptaan suasana sekolah yang aman dan nyaman. Sekolah, menurutnya, tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi lingkungan untuk menanamkan nilai kepedulian dan penghargaan terhadap sesama.

Upaya tersebut sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Regulasi ini menekankan pentingnya lingkungan belajar yang aman, sehat, inklusif, serta mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh.

Selain itu, panduan resmi kementerian juga mendorong peningkatan pemahaman seluruh warga sekolah mengenai berbagai bentuk perundungan, langkah pencegahan, hingga penanganannya. Penguatan norma dan kebiasaan positif di lingkungan pendidikan menjadi bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang saling menghormati.

Lihat Juga  Gusnar Ismail Dukung Pembangunan Kantor Bakamla RI, PUPR Gorontalo Segera Identifikasi Lahan

Melalui workshop ini, diharapkan nilai-nilai karakter dan kepedulian semakin tumbuh dalam kehidupan sekolah, sehingga praktik perundungan dapat dicegah dan setiap peserta didik merasa aman dalam mengikuti proses pendidikan. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *