Banner IDwebhost
Banner IDwebhost
banner 250x250
Religi  

50 Peserta Ikuti Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah Bersama Salimah Kota Gorontalo

Gorontalo,MEDGO.ID — Persaudaraan Muslimah (Salimah) PD Kota Gorontalo mengadakan pelatihan penyelenggaraan jenazah bertajuk “Pengenalan Teori dan Praktik Penyelenggaraan Jenazah Sesuai Syariat Islam”. Kegiatan ini berlangsung pada Ahad, 27 Juli 2025, bertempat di Pondok Qur’an Baitussalam, Desa Pantungo, Kecamatan Telaga Baru.

Acara menghadirkan narasumber Fatmawati Ahmad, SE (Ummu Afif), lulusan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara yang dikenal sebagai ibu tiga anak dan seorang cucu. Dalam sambutannya, Ketua PD Salimah Kota Gorontalo, Haira Mappa, menyampaikan rasa terima kasih atas antusiasme peserta. Ia juga berharap pelatihan ini dapat melahirkan kelompok-kelompok muslimah yang siap membantu masyarakat dalam urusan penyelenggaraan jenazah.

Website Murah dan Domain

Pelaksanaan kegiatan dipandu oleh Maharani Djafar selaku moderator sekaligus Ketua Departemen Diklat PD Salimah Kota Gorontalo. Sesi pembukaan dimulai dengan tilawah Al-Qur’an dan doa oleh Ibu Otansa. Sekitar 50 peserta hadir sejak pukul 08.00 WITA, kemudian dibagi dalam kelompok-kelompok praktik yang masing-masing didampingi pengurus Salimah.

Dalam materi yang dibawakan, Ummu Afif menekankan betapa pentingnya menjaga suasana tenang ketika mendampingi orang yang sedang menghadapi sakaratul maut. “Hindari menyebarkan kabar dan jangan membuat suasana ramai. Hanya keluarga dekat yang sebaiknya hadir,” ungkapnya. Ia juga mengingatkan pesan Rasulullah SAW agar umat Islam memperbanyak mengingat kematian sebagai bekal akhirat.

Pelatihan ini memberikan pemahaman lengkap mengenai tata cara penanganan jenazah mulai dari saat wafat hingga proses pemakaman. Peserta diajarkan cara menutup mata jenazah, mendoakan, menutupi tubuh dengan kain, serta mempersiapkan peralatan memandikan jenazah sesuai tuntunan syariat. Selain teori, mereka juga melakukan praktik langsung mulai dari menggunting kain kafan, memandikan, hingga mengkafani jenazah.

Menjelang waktu salat Zuhur, kegiatan resmi ditutup. Ilmu yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal bermanfaat yang bisa diamalkan di tengah masyarakat dan bernilai amal jariyah. Ke depan, Salimah Kota Gorontalo berkomitmen melanjutkan program-program edukasi yang memberikan manfaat luas bagi umat. (Rara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *