Bone Bolango, MEDGO.ID – Aktivitas mendulang emas secara tradisional kembali menelan korban jiwa. Seorang warga Desa Mongiilo, Kecamatan Bolango Ulu, Kabupaten Bone Bolango, dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun longsor saat melakukan pendulangan emas di kawasan Sungai Bendungan Bulango Ulu, Jumat (18/7/2025).
Kasat Reskrim Polres Bone Bolango, AKP Yudhi Prastyo, membenarkan peristiwa nahas tersebut. Ia mengungkapkan, laporan awal diterima dari Polsek Bulango sekitar pukul 14.30 WITA.
“Pada hari Jumat 18 Juli 2025 tepatnya pukul 14.30 WITA dari Polsek Bulango mendapat informasi bahwa adanya warga tertimbun longsor, kemudian anggota kami datang ke lokasi tersebut dan ternyata benar adanya peristiwa tersebut,” ujar AKP Yudhi.
Hasil pemeriksaan di lokasi mengungkapkan bahwa awalnya terdapat enam orang yang melakukan aktivitas pendulangan emas di bantaran sungai. Dua di antaranya kemudian tertimbun material longsoran. Salah satu korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara satu lainnya ditemukan tak bernyawa.
“Setelah kita dalami dan interogasi kepada para saksi yang ada di TKP bahwa sempat ada dua orang yang tertimbun di TKP. Informasi yang kita dapat bahwa awal mula korban ini melakukan pendulangan emas tradisional berjumlah 6 orang. Nah dua orang ini, berjarak 10 meter antara 1 dan orang lainnya ada di bantaran sungai, dan pada saat saksi melihat ada teriakan dan disitulah saksi tersebut melihat korban sudah tertimbun, sehingga dirinya berupaya mengeluarkan korban namun setelah dikeluarkan korban sudah tidak bernyawa,” jelasnya.
Korban yang meninggal diketahui berinisial AJ (54), warga Dusun 4, Desa Mongiilo. Sementara satu korban lainnya, NAS (30), juga dari Dusun 4, mengalami luka ringan.
Menurut AKP Yudhi, pihak kepolisian sebelumnya sudah berulang kali memberikan imbauan kepada warga untuk tidak melakukan aktivitas mendulang emas di lokasi tersebut, karena membahayakan keselamatan.
“Sebelumnya kami atau dari Polsek Bulango sudah melakukan upaya dan penertiban. Dan sudah beberapa mereka ini kita larang dan himbauan. Namun setelah kita pulang, mereka pun balik lagi melakukan pendulangan emas itu,” tuturnya.
Ia menegaskan ke depan pihaknya akan kembali melakukan sosialisasi kepada warga agar menghentikan kegiatan mendulang emas secara ilegal yang rawan menimbulkan korban jiwa. (IH)













