Kalimantan Timur, MEDGO.ID — Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Gorontalo bersama pemerintah kabupaten/kota melaksanakan kegiatan Capacity Building dan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) di Provinsi Kalimantan Timur.
Kegiatan strategis ini mendapat dukungan penuh dari Bank Indonesia (BI) Perwakilan Gorontalo sebagai mitra utama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Rombongan TPID Gorontalo yang dipimpin langsung oleh Gubernur Gorontalo menandatangani kesepakatan kerja sama dengan TPID Provinsi Kalimantan Timur. Penandatanganan dilakukan antar pimpinan daerah serta kepala dinas terkait, yang menandai komitmen bersama dalam memperkuat rantai pasok dan perdagangan sapi antardaerah.
Fokus utama kerja sama ini adalah penguatan sektor peternakan, khususnya perdagangan sapi antara pelaku usaha Gorontalo dan Samarinda, sebagai salah satu langkah strategis menekan laju inflasi dan memastikan ketersediaan komoditas pangan hewani.
Kabid Perdagangan Diskumperindag Provinsi Gorontalo, Iwan Sondahk, menilai langkah ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap dunia usaha.
“Kegiatan ini memperlihatkan bahwa pemerintah hadir untuk mendorong sinergi antara pelaku usaha dan daerah mitra. Ini bukan hanya tentang perdagangan sapi, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan harga dan pasokan di Gorontalo,” ungkapnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, TPID Gorontalo juga melakukan kunjungan lapangan ke Dinas Peternakan Provinsi Kaltim, Pasar Hewan, Rumah Potong Hewan (RPH), dan Perumda Varia Niaga.
Kunjungan ini bertujuan mempelajari sistem distribusi, manajemen rantai pasok, serta pengelolaan pasar ternak di Kalimantan Timur yang dinilai cukup berhasil dan bisa menjadi model bagi Gorontalo.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap kerja sama lintas daerah dapat memperkuat ekonomi regional sekaligus menjadi solusi berkelanjutan dalam menjaga stabilitas harga pangan dan pengendalian inflasi di daerah. (IH)













