Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Pesan Warek I UNG ke Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan: Jangan Cuma Gugur Kewajiban, Buat Inovasi Berdampak

????????????????????????????????????

Gorontalo, Medgo.ID – Ratusan mahasiswa UNG akan terjun langsung melakukan kegiatan pengabdian di Masyarakat. Melalui program KKN Profesi Kesehatan, mahasiswa selama kurang lebih satu setengah bulan akan melaksanakan program Deteksi Dini dan Pendampingan Kehamilan Risiko Tinggi sebagai Upaya Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Anak (AKA)  di 28 desa yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Gorontalo.

Kepada peserta KKN profesi kesehatan, Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa KKN Profesi Kesehatan bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan wahana pembentukan karakter profesional sekaligus kesempatan mahasiswa untuk memberikan solusi atas permasalahan permasalahan kesehatan di masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa harus memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama perkuliahan sehingga mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Ini adalah kesempatan emas bagi mahasiswa untuk berkontribusi di tengah masyarakat dengan mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. KKN profesi kesehatan juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi dengan tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader kesehatan, hingga masyarakat dalam menjalankan berbagai program kesehatan,” ujar Hafidz.

Lihat Juga  Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak, Mahasiswa KKN UNG Gagas Program "BUMIL TANGGUH" di Desa Hutadaa

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan KKN profesi kesehatan tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa membangun komunikasi, memahami kebutuhan masyarakat, serta menghadirkan solusi yang relevan terhadap berbagai persoalan kesehatan di lapangan.

“Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu belajar memahami kondisi riil pelayanan kesehatan sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, dan kerja sama lintas profesi,” terangnya.

Hafidz mendorong mahasiswa untuk menjadikan masa pengabdian sebagai ruang belajar yang berharga. Mahasiswa diharapkan tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang mampu memberikan edukasi, pendampingan, dan inovasi dalam meningkatkan kualitas kesehatan, khususnya kesehatan ibu dan anak.

Lihat Juga  Akhirnya, Perjuangan Gubernur Gusnar Ismail IAIN menjadi UIN Sultan Amai berbuah Hasil

Menurutnya, KKN Profesi Kesehatan menjadi bagian penting dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, empati, dan kompetensi profesional yang dibutuhkan dalam dunia kesehatan. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *