Jakarta, MEDGO.ID — Presiden Prabowo Subianto, resmi menyampaikan Rancangan anggaran dan Belanja Negara (RAPBN) untuk tahun 2026, melalui sidang paripurna DPR-RI. Yang menjadi titik pencapaian kabinet Indonesia Maju, ini merupakan RAPBN memang disusun, setelah pelantikan pada 20 Oktober 2024 tahun lalu.
Stelah dilantik, Oktober silam, Prabowo Gibran hanya melanjutkan APBN 2025, yang telah disusun oleh Jokowi – Makruf Amin. Sehingga, ini penyusunan perdana berdasarkan visi dan misi Presiden Prabowo Subianto dan Gibran.
Mengutip dalam akun media sosial Presiden Prabowo Subianto, ini yang disampaikan garis besarnya :
Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-80, saya menyampaikan RUU APBN Tahun Anggaran 2026 beserta Nota Keuangan di hadapan jajaran anggota legislatif.
Dalam pemaparan ini, saya mencanangkan tujuan utama Indonesia yang tangguh, mandiri, dan sejahtera. Di tengah ketidakpastian global, ekonomi Indonesia tetap tumbuh sebesar 5,12%, konsumsi masyarakat meningkat kuat sebesar 4,97%, investasi tumbuh tinggi sebesar 6,99%, dan ekspor naik hingga 10,67%. Tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 4,76%, diiringi penurunan kemiskinan serta terciptanya lapangan kerja baru.
Prioritas RUU APBN 2026 berfokus pada keberlanjutan program strategis, seperti subsidi pupuk dan pengembangan lumbung pangan; subsidi BBM, listrik, dan LPG 3 kg; pengembangan energi terbarukan; percepatan program Makan Bergizi Gratis bagi 82,9 juta penerima manfaat; perluasan Program Indonesia Pintar, KIP Kuliah, dan beasiswa LPDP; peningkatan gaji dan kompetensi guru; bantuan iuran asuransi kesehatan; pinjaman berbunga rendah untuk Koperasi Desa Merah Putih; modernisasi alutsista dan industri pertahanan dalam negeri; serta pembangunan tiga juta rumah untuk rakyat.
Gedung DPR RI, Jakarta, 15 Agustus 2025.



















