Bone Bolango, MEDGO.ID – Hari terakhir tahun 2025 menandai berakhirnya masa jabatan 13 Ketua DPC dan 12 Pimpinan Harian (Pimhar) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bone Bolango. Seiring dengan berakhirnya masa jabatan tersebut, seluruh pengurus dimaksud secara resmi mengundurkan diri dari kepengurusan partai.
Tidak hanya berhenti sebagai pengurus, mereka juga menyatakan mundur sebagai kader PAN. Keputusan ini disampaikan secara terbuka dalam konferensi pers yang digelar di Bone Bolango, Rabu (31/12).
Sekretaris DPD PAN Bone Bolango, Usman Hasan Hulopi, menegaskan bahwa pengunduran diri tersebut bukan disebabkan oleh konflik internal maupun dampak dari kompetisi politik di dalam partai.
“Barangkali pengunduran diri kami ini dipertanyakan, apakah merupakan imbas dari sebuah kompetisi. Pada dasarnya, dalam sebuah organisasi yang paling utama adalah kebersamaan dan komunikasi. Kami menegaskan bahwa tidak ada kejadian apa-apa,” ujar Usman.
Ia menjelaskan, alasan utama pengunduran diri adalah karena masa jabatan kepengurusan telah berakhir. Selain itu, menurutnya, mereka tidak melihat adanya potensi atau ruang untuk melanjutkan peran dalam struktur partai ke depan.
“Terus terang, masa jabatan kami sudah berakhir dan kami merasa tidak ada potensi apa pun.
Sebagai Wakil Rakyat, kendaraan politik saya adalah Partai Amanat Nasional. Namun pengunduran diri ini murni karena alasan kenyamanan dan tidak ada tekanan dari pihak mana pun,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD PAN Bone Bolango Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK), Iskandar Ibrahim, menyoroti pentingnya komunikasi dalam sebuah organisasi politik.
“Dalam sebuah organisasi, komunikasi itu sangat penting, bahkan menjadi hal yang paling utama. Bagaimana partai bisa mewadahi seluruh kader dengan sebenar-benarnya,” katanya.
Terkait masa depan politik mereka, Iskandar menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan untuk bergabung dengan partai politik lain.
“Soal ke depan akan ke partai mana, waktu yang akan menentukan. Kami para politisi tentu tidak bisa memungkiri dinamika politik, namun biarlah waktu yang menjawab,” tutupnya. (IH)



















