Gorontalo,MEDGO.ID – Di tengah perlambatan ekonomi global dan tekanan inflasi nasional, Provinsi Gorontalo justru menunjukkan ketahanan luar biasa. Pada Triwulan III tahun 2025, ekonomi Gorontalo tumbuh sebesar 5,49 persen, menempatkannya di posisi ke-7 tertinggi secara nasional.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilansir dari Goodstats menunjukkan, capaian ini sedikit di atas rata-rata nasional yang hanya 5,04 persen. Di kawasan timur Indonesia, Gorontalo bahkan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan bersama Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.
Pertumbuhan ekonomi ini bukanlah kebetulan. Di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, pemerintah provinsi menempuh strategi pembangunan yang berfokus pada stabilitas ekonomi daerah dan penguatan sektor produktif.
Langkah tersebut terlihat nyata. Sejumlah ruas jalan penghubung antarwilayah diperbaiki, distribusi logistik pertanian dipermudah, dan sektor perdagangan lokal kembali bergeliat. Para pelaku usaha kecil juga mulai merasakan dampaknya melalui berbagai program pembiayaan dan pelatihan digitalisasi usaha.
Kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Gorontalo berasal dari sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan. Di sejumlah daerah pesisir seperti Kwandang dan Tilamuta, aktivitas perikanan tangkap dan budidaya rumput laut menunjukkan tren positif.
Selain sektor primer, investasi daerah dan perbaikan infrastruktur turut menjadi katalis pertumbuhan. Pemerintah provinsi gencar mendorong masuknya investor di bidang energi terbarukan dan industri pengolahan hasil pertanian.
Proyek-proyek strategis seperti pengembangan kawasan industri Bone Bolango dan revitalisasi pelabuhan Gorontalo menambah optimisme pelaku usaha. Hal ini memperkuat kepercayaan investor terhadap iklim bisnis di daerah.
Menariknya, lima dari sepuluh provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia pada triwulan ini berasal dari kawasan Pulau Sulawesi.
Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran pusat pertumbuhan ekonomi ke Timur Indonesia.
Bagi Gorontalo, capaian 5,49 persen bukan hanya angka, tetapi penanda arah baru pembangunan daerah—sebuah pesan bahwa ekonomi inklusif dan berbasis kemandirian lokal mampu menjadi fondasi pertumbuhan berkelanjutan.
Dengan pijakan yang kuat dan komitmen untuk terus berinovasi, Gorontalo kini melangkah pasti menuju masa depan ekonomi yang lebih tangguh dan berdaya saing. (IH)



















