Gorontalo,MEDGO.ID – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Gorontalo diperkuat melalui penandatanganan Komitmen Bersama Multi Stakeholder Partnership (MSP) di Desa Haya-Haya, Limboto Barat, Rabu (17/9). Kegiatan ini diprakarsai SDGs Center UNG bersama Pemkab Gorontalo dan dihadiri berbagai OPD, Pemprov, perguruan tinggi, Baznas, serta pemerintah desa.
Kepala Bapelitbangda Kabupaten Gorontalo, Drs. Cokro Katili, M.E, menegaskan komitmen Pemkab untuk menurunkan stunting dengan pendekatan multipihak. “Dengan sinergi pemerintah, kampus, dan filantropi, daerah bisa lebih fokus dan tepat sasaran dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Gorontalo,” katanya.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Dr. Ir. Yosef P. Koton, M.Si, yang menilai penanganan stunting harus dilakukan bersama dan berkesinambungan.
Perguruan tinggi pun ambil bagian, mulai dari UNG dengan KKN tematik stunting, UG melalui riset kolaboratif, UMGo lewat pengabdian bidang gizi dan ekonomi keluarga, hingga IAIN Gorontalo dengan penyuluhan keagamaan.
Kepala SDGs Center UNG, Dr. Raghel Yunginger, menutup dengan harapan besar: “Kami berharap ini menjadi model kolaborasi berkelanjutan yang memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kesejahteraan, dan menurunkan angka stunting di Kabupaten Gorontalo.”













