Gorontalo, Medgo.ID – Menjelang bulan suci Ramadhan, harga sejumlah bahan pokok di Provinsi Gorontalo kembali mengalami pergerakan. Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Provinsi Gorontalo, beberapa komoditas utama seperti beras, cabai (rica), dan bawang masih mencatatkan harga tinggi di sejumlah pasar tradisional, Jumat (16/02).
Pemantauan dilakukan di enam titik pasar, yakni Pasar Sentral, Pasar Liluwo, Pasar Kayu Bulan, Pasar Marisa, dan Pasar Kwandang. Dari hasil pantauan, harga beras jenis Ciherang dan IR-64 berkisar Rp16.250 per kilogram. Sementara itu, beras merek Super Win dan Mebrano juga masih dijual hingga Rp16.250 per kilogram.
Kenaikan cukup signifikan terjadi pada komoditas cabai (rica) yang kini berada di kisaran Rp40.000 hingga Rp70.000 per kilogram. Bawang merah juga tercatat mengalami kenaikan harga, sedangkan sejumlah komoditas lainnya relatif stabil.
Plh. Kepala Bidang Perdagangan Diskumperindag Provinsi Gorontalo, Iwan Sondakh, mengatakan fluktuasi harga yang terjadi masih dalam batas wajar dan belum menimbulkan gangguan terhadap stabilitas kebutuhan masyarakat.
“Kami terus melakukan pemantauan rutin di seluruh pasar tradisional. Meskipun ada komoditas yang naik, stok bahan pokok secara umum masih aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya bersama Satgas Pangan dan Perum Bulog telah menyiapkan langkah antisipatif seperti operasi pasar dan penyaluran beras cadangan pemerintah (CBP) guna menekan potensi lonjakan harga.
“Kami berkomitmen menjaga stabilitas harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Koordinasi dengan kabupaten dan kota terus diperkuat untuk memastikan distribusi berjalan lancar tanpa hambatan,” jelasnya. (IH)













