Kota Gorontalo, MEDGO.ID – Penantian panjang warga Kelurahan Heledulaa Utara atas kelanjutan pembangunan Kanal Tanggidaa akhirnya menemukan jawaban. Pemerintah Provinsi Gorontalo resmi melanjutkan proyek yang selama hampir tiga tahun terhenti itu dengan dimulainya pekerjaan fisik, ditandai peletakan batu pertama oleh Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah, Senin (14/07).
Kanal sepanjang 1,4 kilometer itu selama ini hanya meninggalkan jejak galian dan material yang terbengkalai. Kondisi tersebut memicu keresahan warga karena selain mengganggu aktivitas, juga berdampak pada lingkungan sekitar.
Di hadapan masyarakat, Gubernur Gusnar menyampaikan permintaan maaf atas keterlambatan proyek yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
“Saya atas nama pemerintah provinsi ingin meminta maaf kepada masyarakat karena sudah hampir tiga tahun pekerjaan ini tertunda dan pasti sudah membawa dampak tidak mengenakkan bagi masyarakat. Saya mohon maaf,” kata Gusnar.
Ia menegaskan bahwa kelanjutan proyek Kanal Tanggidaa kini menjadi salah satu prioritas utama. Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,7 miliar untuk pembangunan tahap awal, dengan rencana pengaspalan jalan pada tahun 2026.
“Pertimbangannya karena pertama sudah sangat lama selesai. Kedua, di tengah kota lagi. Ini akan mempengaruhi jalur transportasi. Makanya kami harus yakin betul, berbicara dengan teman-teman di DPRD alhamdulilah mereka setuju. Kita kesampingkan dulu anggaran lain, ini kita bangun bertahap,” jelasnya.
Wakil Gubernur Idah Syahidah turut memberikan perhatian pada keterlibatan warga dalam pengawasan proyek. Ia meminta masyarakat ikut menjaga kualitas pembangunan serta memastikan tidak ada bahan yang rusak selama proses berlangsung.
“Saya berharap dan mengimbau kepada warga sini setidaknya ikut dalam hal pengawasan. Pengawasan dalam arti jangan ada material yang rusak. Jaga dan lindungi aset negara. Sudah jadi juga dijaga kebersihannya,” tutur Idah.
Dinas PUPR Provinsi Gorontalo menyebutkan bahwa proyek pedestrian Kanal Tanggidaa akan digarap oleh CV. Bone Tirta selama 150 hari kalender. Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan beton berpola untuk jalur pedestrian selebar 3,5 meter, besi pengaman (stand bollard), lampu penerangan, furnitur jalan, serta kansteen pracetak. (Adv/IH)



















