Kota Gorontalo, MEDGO.ID – Gusnar Ismail menghadiri kegiatan Silaturahmi dan Konsolidasi Penguatan Peran Penyuluh dalam Program Strategis Pertanian Provinsi Gorontalo yang dilaksanakan di FOX Hotel Gorontalo, Senin (9/3/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 512 penyuluh pertanian yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo.
Pertemuan ini digelar untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta para penyuluh pertanian yang berperan langsung dalam pelaksanaan program pembangunan sektor pertanian di lapangan. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama terkait arah kebijakan pertanian di daerah.
Dalam sambutannya, Gusnar menekankan bahwa penyuluh pertanian memiliki posisi penting dalam memastikan berbagai program strategis pemerintah dapat berjalan efektif dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para petani.
“Pertemuan ini merupakan forum penyamaan persepsi antara pemerintah provinsi dan para penyuluh pertanian. Program pembangunan pertanian yang dirancang pemerintah harus disampaikan oleh penyuluh kepada masyarakat di lapangan agar dapat berjalan searah dan memberi dampak nyata bagi kemajuan pertanian Gorontalo,” ujar Gusnar.
Ia juga menegaskan bahwa setiap penyuluh sebaiknya memiliki wilayah kerja yang jelas agar dapat memahami secara menyeluruh kondisi pertanian di daerah binaannya, sekaligus mendampingi para petani dengan lebih maksimal.
“Para penyuluh harus memiliki wilayah kerja masing-masing sehingga dapat menguasai ekosistem pertanian di daerah binaannya dan menjalankan arah pembangunan pertanian dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Eko Nugroho Dharmo Putro, menjelaskan bahwa peran penyuluh sangat penting dalam mengawal berbagai program prioritas pemerintah di sektor pertanian, terutama yang berkaitan dengan peningkatan produksi pangan serta penguatan ketahanan pangan nasional.
“Program Kementerian Pertanian cukup banyak dan harus dikawal bersama. Tidak hanya oleh penyuluh, tetapi juga melalui dukungan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, agar target pembangunan pertanian dapat tercapai,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Provinsi Gorontalo, Ardi Praptono, menyampaikan bahwa ratusan penyuluh pertanian dari seluruh wilayah Gorontalo hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam pelaksanaan program pembangunan pertanian.
“Sebanyak 512 penyuluh pertanian dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo hadir dalam kegiatan ini. Kami berharap melalui pertemuan ini para penyuluh dapat semakin memahami arah kebijakan dan program strategis pertanian sehingga dapat mengawal pelaksanaannya secara maksimal di lapangan,” ungkap Ardi.
Melalui forum ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap para penyuluh pertanian semakin solid dalam menjalankan tugas pendampingan kepada petani. Selain itu, mereka juga diharapkan mampu menjadi penghubung yang efektif antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat, sehingga pembangunan sektor pertanian di Gorontalo dapat berlangsung lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani. (Adv)













