KOTA GORONTALO, MEDGO.ID – Pemerintah Provinsi Gorontalo menegaskan komitmennya mendorong percepatan transformasi sektor kesehatan melalui pelaksanaan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) tingkat Provinsi Gorontalo. Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail di Hulondhalo Ballroom, Kota Gorontalo, Senin (15/12/2025).
Rakerkesda tahun ini mengangkat tema “Meniti Jalan Bersama untuk Transformasi Kesehatan 2050”, sebagai arah kebijakan jangka panjang pembangunan kesehatan daerah. Dalam sambutannya, Gubernur Gusnar menjelaskan bahwa transformasi merupakan upaya sadar untuk mengubah kondisi saat ini menjadi lebih baik dan berkelanjutan di masa depan.
Menurut Gusnar, terdapat tiga aspek utama yang harus menjadi pijakan transformasi pelayanan kesehatan, yakni menjaga kesehatan masyarakat, mempermudah akses layanan kesehatan, serta membangun sistem kesehatan yang kuat dan terintegrasi.
“Aspek yang pertama harus kita pahami bahwa pelayanan kesehatan ke depan tidak saja dalam perspektif mengobati penyakit, tetapi menjaga kesehatan. Ini dua hal yang berbeda. Pelayanan publik di bidang kesehatan cenderung terseret ke perspektif mengobati, padahal hakikatnya menjaga kesehatan jauh lebih penting,” kata Gusnar.
Ia menekankan bahwa orientasi pelayanan kesehatan tidak boleh lagi semata bersifat kuratif, melainkan harus mengedepankan upaya promotif dan preventif sebagai langkah menjaga kualitas hidup masyarakat.
Lebih lanjut, pada aspek akses pelayanan, Gusnar menyampaikan peringatan keras kepada jajaran kesehatan agar tidak lagi terjadi penolakan pasien hanya karena persoalan administratif. Menurutnya, kemudahan akses menjadi tanggung jawab pemerintah dan seluruh tenaga pelayanan kesehatan.
“Ini masih sering terjadi, karena itu saya khusus wanti-wanti kepada para tenaga pelayanan kesehatan jangan sampai terjadi hal yang demikian. Hak masyarakat untuk dilayani, pelayanan yang harus didahulukan,” tegasnya.
Sementara itu, terkait penguatan sistem kesehatan, Gubernur Gusnar menilai digitalisasi merupakan sebuah keniscayaan. Sistem yang terbangun dengan baik diyakini mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus mempermudah pengawasan secara menyeluruh.
“Dalam perspektif sistem ini, kami sudah membangun Command Center di kantor Gubernur Gorontalo yang salah satu isinya menyangkut kesehatan. Dari Command Center ini Gubernur bisa memantau titik koordinat puskesmas, serta jumlah ketersediaan tempat tidur di rumah sakit. Saya minta kita segera masuk ke era transformasi kesehatan berbasis digital agar pelayanan semakin baik dan efektif,” pungkasnya. (Adv)



















