Banda Aceh, MEDGO.ID – Pemerintah Provinsi Gorontalo menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat implementasi Satu Data Daerah dengan mengikuti kegiatan pembelajaran lintas provinsi yang diselenggarakan di Banda Aceh. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi tiga provinsi: Gorontalo, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur.
Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah , hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan memberikan apresiasi terhadap pencapaian Aceh dalam tata kelola data. Ia menilai Aceh sebagai salah satu provinsi yang sukses menerapkan sistem Satu Data dengan baik, dan layak dijadikan contoh.
“Gorontalo masih terus berproses menuju implementasi penuh Satu Data. Dan saya melihat Provinsi Aceh luar biasa dalam hal ini. Kami datang untuk belajar, dan berharap bisa mengundang Aceh ke Gorontalo agar transfer pengetahuan bisa berjalan dua arah,” ujar Idah Syahidah dalam sambutannya, Rabu (11/6/2025).
Kegiatan bertajuk “Pembelajaran Lintas Provinsi untuk Penguatan Satu Data Daerah” ini digelar sejak 9 Juni hingga 14 Juni 2025. Acara tersebut diinisiasi oleh Program SKALA (Kemitraan Australia–Indonesia), bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri melalui Pusat Data dan Sistem Informasi, yang berperan sebagai Walidata Nasional.
Kepala Bidang Pengelolaan Data dan Informasi Kemendagri, Yeni Indah Susanti, memaparkan capaian Aceh yang telah meluncurkan Portal Satu Data Aceh. Portal ini memuat data dari 32 urusan pemerintahan di seluruh perangkat daerah, sebagai bentuk nyata pelaksanaan Permendagri Nomor 5 Tahun 2025.
Tak hanya itu, Aceh juga telah mengembangkan Sistem Informasi Gampong (SIGAP), sebuah inovasi berbasis partisipasi masyarakat yang mencakup setengah populasi Aceh. Melalui SIGAP, masyarakat termasuk kelompok rentan seperti perempuan dan penyandang disabilitas, dilibatkan secara langsung dalam proses perencanaan pembangunan di tingkat desa.
Yeni berharap kolaborasi dan sinergi antarprovinsi terus dibangun, agar penerapan Satu Data Daerah bisa menjadi gerakan bersama dalam menciptakan pemerintahan yang terbuka, efektif, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.
“Aceh sudah membuktikan bahwa dengan komitmen pimpinan dan sistem yang kuat, data bisa menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih tepat. Semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain,” pungkas Yeni.
Sebagai informasi, program SKALA sendiri telah menjadi mitra Pemerintah Provinsi Gorontalo sejak 2023, khususnya dalam mendukung reformasi tata kelola data dan perencanaan pembangunan yang inklusif. (Adv)



















