Kota Gorontalo, Medgo.ID — Pemerintah Kecamatan Dumbo Raya menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pengelolaan persampahan sebagai bagian dari program prioritas Pemerintah Kota Gorontalo. Komitmen ini diwujudkan melalui langkah cepat dalam merespons rancangan pengelolaan sampah berbasis multi-stakeholder partnership (MSP).
Kecamatan Dumbo Raya ditetapkan sebagai salah satu lokasi pilot project pengelolaan sampah berbasis kemitraan multipihak. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Bappeda Kota Gorontalo, SDGs Center Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Sekretariat SDGs Provinsi Gorontalo, serta GIZ sebagai mitra pembangunan.
Tiga kelurahan menjadi fokus awal pelaksanaan, yakni Kelurahan Leato Selatan, Leato Utara, dan Talumolo. Penetapan ini menjadi langkah strategis untuk membangun model pengelolaan sampah yang terintegrasi, partisipatif, dan berkelanjutan.
Camat Dumbo Raya menegaskan bahwa program ini tidak boleh berhenti pada tahap perencanaan. Ia mendorong percepatan implementasi agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.
“Pengelolaan sampah tidak bisa ditunda. Kita harus bergerak cepat dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dan melibatkan semua pihak,” ujarnya dalam pertemuan koordinasi bersama SDGs Center UNG, Bappeda Kota Gorontalo, dan GIZ, Ahad (26/4/2026).
Dalam pelaksanaannya, pendekatan kolaboratif menjadi kunci utama dengan melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, dan mitra pembangunan. Sinergi ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan pengelolaan sampah perkotaan, mulai dari perubahan perilaku masyarakat hingga penguatan sistem pengelolaan yang lebih efektif.
Momentum ini juga diperkuat dengan kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dari UNG yang turut berperan dalam edukasi dan pendampingan masyarakat. Melalui program ini, masyarakat diberikan pemahaman tentang pemilahan sampah hingga praktik pengelolaan berbasis rumah tangga.
Kegiatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah kecamatan, kelurahan, mahasiswa, komunitas, serta unsur PKK telah dilaksanakan di Kelurahan Leato Selatan pada 25 April 2026. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapat edukasi pengolahan sampah organik menjadi kompos melalui teknik biopori dan penggunaan tong komposter.
Upaya ini diharapkan mampu mendorong perubahan nyata dalam pengelolaan sampah di wilayah Dumbo Raya. Meski demikian, kerja kolaboratif yang berkelanjutan tetap diperlukan untuk memastikan pengurangan timbunan sampah dapat tercapai secara signifikan.
Dengan langkah cepat dan komitmen yang ditunjukkan, Kecamatan Dumbo Raya dinilai menjadi contoh bagaimana peran kepemimpinan di tingkat lokal dapat mendorong implementasi program prioritas secara efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat. (**)













