Pohuwato, MEDGO.ID — Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Pohuwato, Nasir Giasi, secara resmi membuka Kemah Besar Pramuka Pohuwato (KBPP) ke-2 yang dipusatkan di Bumi Perkemahan Kecamatan Randangan.
Kegiatan yang mengusung misi utama pendidikan karakter generasi muda diikuti sekitar 1.000 peserta, mulai dari tingkat penggalang, penegak, hingga pembina dan akan berlangsung selam tujuh hari.
Dalam sambutannya, Nasir Giasi menegaskan peserta yang ikut dalam KBPP ke-2 harus menjadi benteng moral bagi generasi muda agar kedepannya bisa menjadi pemimpin di masa depan.
“Gerakan Pramuka harus menjadi benteng moral bagi generasi muda. Melalui KBPP, kita ingin membentuk karakter anak-anak Pohuwato agar siap menjadi pemimpin di masa depan,” ujar Nasir.
Selain pembinaan karakter, KBPP ke-2 juga mendorong pemberdayaan UMKM lokal dengan melibatkan Karang Taruna. Seluruh kebutuhan konsumsi peserta dibeli dari pedagang di sekitar lokasi perkemahan, tanpa ada kegiatan memasak di tenda.
Kegiatan ini juga menjadi ajang persiapan Peran Saka Nasional yang akan digelar di Provinsi Gorontalo pada Oktober mendatang. Beberapa Saka seperti Saka Wira Kartika, Saka Bhakti Husada, dan Saka Bhayangkara turut memamerkan keterampilan mereka sebagai calon duta Pohuwato di tingkat nasional.
KBPP ke-2 dipusatkan di Randangan karena kecamatan tersebut berhasil menjadi juara umum pada pelaksanaan sebelumnya. Selama kegiatan, peserta juga diajak mengenal kearifan lokal, termasuk prosesi adat Gorontalo dan penggunaan bahasa daerah.
Tahun ini, burung Maleo dipilih sebagai maskot KBPP. Burung endemik Sulawesi yang kini terancam punah ini diharapkan menjadi simbol pelestarian lingkungan dan identitas daerah.
“Maleo adalah kebanggaan daerah kita. Saya berharap anak-anak pramuka ikut berperan menjaga kelestariannya,” pungkas Nasir Giasi.(*)













