Gorontalo, MEDGO ID – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Gorontalo mengambil langkah cepat menyikapi pemberitaan yang menyeret nama Anggota DPRD Pohuwato, Yusuf Lawani. Legislator yang menggantikan Iwan Adam melalui mekanisme PAW itu disebut-sebut terlibat dalam aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan DAM Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia.
Wakil Ketua DPW Partai Nasdem Bidang Legislatif, Mikson Yapanto, menegaskan bahwa partai memiliki mekanisme internal untuk menjaga integritas kader, khususnya yang duduk di kursi legislatif.
“Kami sudah meminta klarifikasi langsung dari yang bersangkutan. Beliau menyampaikan bahwa sejak dilantik menjadi anggota DPRD, sudah tidak lagi melakukan aktivitas tambang ilegal,” ujar Mikson, Sabtu (27/09).
Namun, Mikson menekankan klarifikasi itu tidak otomatis dihentikan begitu saja. Ia menyebut, sebagai Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo yang juga membidangi Pansus Pertambangan, dirinya akan memastikan kebenaran informasi tersebut dengan menelusuri langsung ke lapangan.
“Partai tidak hanya berhenti pada klarifikasi. Kami akan melakukan penelusuran lebih jauh untuk memastikan apakah benar beliau tidak terlibat lagi,” tegas Mikson.
Lebih lanjut, Mikson mengingatkan seluruh anggota legislatif dari Nasdem untuk berhati-hati dan menjaga integritas. Menurutnya, kepercayaan publik sangat penting bagi citra partai.
“Kalau sudah muncul di media dan menimbulkan keresahan publik, maka kami wajib menindaklanjuti meskipun tanpa ada laporan resmi dari masyarakat. Ini bagian dari tanggung jawab menjaga nama baik partai,” ujarnya.
Menanggapi klarifikasi yang diminta partai, Yusuf Lawani tidak membantah pernah berkegiatan di lokasi tambang. Namun, ia menegaskan hal itu dilakukan jauh sebelum dirinya dilantik sebagai anggota DPRD.
“Memang benar saya waktu itu ada di tambang, tapi itu foto lama sebelum saya dilantik. Saya tidak keberatan dengan isu yang berkembang karena bagi saya ini hanya kritik terhadap saya sebagai aleg,” jelas Yusuf. (IH)



















