Pohuwato, MEDGO.ID — Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan banjir di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, Sabtu (27/12) sore. Banjir merendam tiga desa dengan ketinggian air mencapai 40 hingga 90 sentimeter.
Tiga desa terdampak yakni Desa Bulangita, Desa Teratai, dan Desa Palopo. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pohuwato, sebanyak 96 unit rumah terendam dan 405 jiwa terdampak. Tidak ada laporan warga mengungsi.
Banjir terjadi setelah Sungai Bulangita meluap akibat hujan berintensitas tinggi serta tersumbatnya saluran drainase oleh material lumpur.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menginstruksikan BPBD, Dinas Pekerjaan Umum, dan Dinas Sosial Provinsi Gorontalo untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pohuwato dalam penanganan banjir dan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Gorontalo, Sagita Wartabone, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Pohuwato dan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) untuk penyaluran bantuan logistik sesuai hasil asesmen lapangan.
“Stok logistik di gudang Dinas Sosial Kabupaten Pohuwato saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi,” kata Sagita, Senin (29/12).
Sementara itu, anggota TAGANA Kabupaten Pohuwato, Firman, menyebutkan kondisi banjir telah surut sejak pagi hari. Warga mulai membersihkan rumah dan aktivitas dapur masyarakat kembali berjalan normal.
“Bantuan yang disalurkan antara lain biskuit untuk anak-anak serta perlengkapan bagi ibu hamil dan ibu menyusui,” ujar Firman.
Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Pemerintah Kabupaten Pohuwato terus memantau situasi dan melakukan koordinasi untuk memastikan proses penanganan dan pemulihan pascabencana berjalan dengan baik. (IH)



















