Anggota DPD RI Asal Jateng Minta Audit Keselamatan Jalan Tol

SEMARANG, MEDGO.ID – Dari bulan Januari hingga bulan Agustus 2021, telah beberapa kali terjadi kecelakaan maut di ruas jalan tol Pemalang-Semarang-Solo.

Salah satunya adalah kecelakaan maut bus Sudiro Tungga Jaya di KM 308 Jalur A Desa Saradan, Kabupaten Pemalang, pada Minggu (11/7/2021), yang telah menewaskan 7 orang korban dan mengakibatkan 21 orang lainnya luka-luka, baik luka ringan maupun berat.

Hal tersebut mengundang perhatian dan keprihatinan serta kekhawatiran dari Abdul Kholik, seorang anggota DPD RI dari Jawa Tengah.
Abdul Kholik mengatakan bahwa untuk mencegah berulangnya kecelakaan maut tersebut, harus ada langkah tegas dengan dilakukan audit keselamatan jalan tol.

Dikutip dari rri.co.id, Rabu (18/8/2021), lebih lanjut, Abdul Kholik juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengirimkan surat permintaan audit jalan tol di wilayah Jawa Tengah, kepada Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Komite Keselamatan Transportasi (KNKT) khususnya di ruas tol Pemalang-Semarang-Solo, untuk segera melakukan audit keselamatan jalan tol.

“Pelaksanaan audit keselamatan tersebut selain dilakukan oleh BPJT, juga harus melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Hal ini untuk memastikan dimana proses audit yang dilakukan dengan cermat dan memenuhi aspek-aspek keselamatan transportasi”, tandas Abdul Kholik.

Beberapa aspek yang perlu diaudit, imbuh Abdul Kholik, di antaranya yaitu kualitas kelayakan jalan, tingkat kemiringan, pembatas jalan, penerangan jalan dan aspek-aspek lainya.

“Adanya jalan tol tentu membantu dan mempermudah masyarakat, akan tetapi aspek keselamatan bagi pengguna jalan tol juga harus menjadi prioritas”, tandas Abdul Kholik.

Setelah audit selesai, Abdul Kholik akan meninjau secara langsung dan mendengarkan paparan hasil audit. Nantinya, rekomendasi dari temuan audit akan dijadikan bahan evaluasi dan sekligus mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan dan menjamin keselamatan masyarakat yang menggunakan jalan tol terutama di wilayah Jawa Tengah. (*).