Bone Bolango, Medgo.ID — Insiden kericuhan terjadi pada saat aksi demonstrasi yang dilakukan sejumlah masyarakat penambang di sebuah kantor desa di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Jumat (06/02). Sekretaris Desa, Opan Lahmudin, mengaku menjadi korban dugaan penyerangan oleh sekelompok massa penambang dan telah melaporkan peristiwa tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Gorontalo.
Peristiwa itu terjadi saat Opan berada di kantor desa menjalankan aktivitas pelayanan. Ia menuturkan, massa datang dalam jumlah banyak dan tidak membawa surat pemberitahuan aksi sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan tentang penyampaian pendapat di muka umum.
Opan menilai tindakan tersebut bukan merupakan aksi demonstrasi, melainkan bentuk intimidasi. Ia mengaku sempat ditarik dan digiring keluar dari kantor desa oleh sejumlah orang, kemudian dihadapkan kepada kerumunan massa.
“Tidak ada pemberitahuan resmi, dan cara mereka datang membuat suasana mencekam,” katanya.
Dalam kejadian itu, Opan juga menyebut terdapat empat anggota Polres Bone Bolango di sekitar lokasi. Namun, menurutnya situasi tetap memanas ketika massa mulai bersikap agresif.
Ia menilai tindakan yang dialaminya merupakan kekerasan serta tekanan psikologis terhadap aparatur pemerintahan desa. Atas dasar itu, ia memutuskan menempuh jalur hukum dengan membuat laporan resmi ke Polda Gorontalo.
Sementara itu, hingga berita ini dipublikasikan, pihak kepolisian dan perwakilan massa penambang belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. (IH)













