Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

UNG Gandeng Polda Gorontalo, Perkuat Pencegahan Kekerasan di Kampus Merah Maron

Gorontalo, Medgo.ID — Universitas Negeri Gorontalo terus memperkuat komitmen menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan. Upaya tersebut diwujudkan melalui audiensi antara Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi Universitas Negeri Gorontalo dan Kepolisian Daerah Gorontalo pada Senin (11/5/2026).

Audiensi dipimpin langsung Ketua Satgas PPKPT UNG, Laksmyn Kadir, dan diterima Kapolda Gorontalo, Widodo, bersama jajaran pejabat utama Polda Gorontalo.

Dalam pertemuan tersebut, Satgas PPKPT menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan aparat penegak hukum untuk memperkuat upaya pencegahan serta penanganan kasus kekerasan di lingkungan kampus, termasuk perundungan dan kekerasan seksual.

Laksmyn menjelaskan, dukungan dari Polda Gorontalo sangat dibutuhkan terutama dalam peningkatan kapasitas anggota satgas, khususnya pada aspek investigasi dan penanganan kasus. Menurutnya, penguatan kompetensi menjadi bagian penting dalam membangun sistem perlindungan yang lebih efektif bagi sivitas akademika.

Lihat Juga  Dukungan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia Jadi Energi Baru bagi Gusnar Ismail

Sementara itu, Kapolda Gorontalo menyambut positif langkah kolaboratif yang dilakukan UNG. Polda Gorontalo menyatakan siap memberikan dukungan melalui pelatihan serta penguatan kapasitas anggota Satgas PPKPT agar memiliki pemahaman dan kemampuan yang lebih baik dalam menangani kasus kekerasan.

Kerja sama tersebut rencananya akan diperkuat melalui penandatanganan Letter of Acceptance (LoA) antara Polda Gorontalo dan UNG. Kesepakatan itu tidak hanya mencakup bidang penelitian, tetapi juga penguatan sistem pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

Lihat Juga  Dari Gorontalo, Presiden Prabowo sampaikan Nelayan Lokal Kuasai Laut Indonesia

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun budaya kampus yang lebih aman, inklusif, dan memberikan perlindungan bagi seluruh sivitas akademika.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *