Kabupaten Gorontalo, MEDGO.ID – Balai Perlindungan Tanaman Pertanian (BALINTAN) Provinsi Gorontalo melaksanakan kegiatan Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) tikus pada komoditi padi sawah di Kelompok Tani Ilomata, Desa Limehe Barat, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, Selasa (5/5/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas laporan serangan hama tikus yang menyerang tanaman padi sawah milik petani setempat dengan intensitas serangan berkisar antara 8% hingga 26% pada luasan lahan sekitar 20 hektar.
Sebagai upaya menekan perkembangan serangan dan mencegah kerugian yang lebih besar, dilakukan gerakan pengendalian pada seluruh area terdampak dengan menggunakan racun tikus secara terpadu bersama petani.
Sebelum pelaksanaan gerakan pengendalian, para petani anggota Kelompok Tani Ilomata terlebih dahulu mendapatkan muatan bimbingan teknis dari Tim Fungsional Balai Perlindungan Tanaman Pertanian Provinsi Gorontalo. Materi yang diberikan meliputi pengenalan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) tikus, pola serangan, serta langkah-langkah pengendalian yang efektif, aman, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pemerintah Desa Limehe Barat, Babinsa setempat, serta masyarakat tani yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Kepala Desa Limehe Barat, Ridwan Ismail, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pemerintah, khususnya Balai Perlindungan Tanaman Pertanian Provinsi Gorontalo, atas perhatian dan respon cepat terhadap serangan tikus yang terjadi di wilayahnya.
“ Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan perhatian pemerintah, terutama Balai Perlindungan Tanaman Pertanian Provinsi Gorontalo, yang telah hadir membantu petani kami dalam mengatasi serangan tikus ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi keberlangsungan produksi padi sawah di Desa Limehe Barat,” ujar Ridwan Ismail.
Melalui kegiatan ini, diharapkan serangan OPT tikus dapat ditekan secara maksimal sehingga produktivitas padi sawah petani tetap terjaga, sekaligus meningkatkan pemahaman petani terhadap pengendalian hama yang tepat di masa mendatang.(Rara)













