Gorontalo, MEDGO.ID – Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Provinsi Gorontalo, Risjon Sunge, memaparkan perkembangan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam rapat bersama Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Selasa (26/08).
Dalam paparannya, Risjon mengungkapkan bahwa dari total 729 desa dan kelurahan di Gorontalo, 44 koperasi tercatat sudah memiliki fasilitas perkantoran atau sekitar 6 persen. Begitu juga, beberapa fasilitas pendukung telah mulai beroperasi seperti kios sembako, unit simpan pinjam, klinik desa, apotek, hingga gerai LPG.
“Program ini kita desain untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat melalui kelembagaan koperasi. Harapan kami, koperasi bisa hadir di setiap desa dan kelurahan agar kebutuhan dasar masyarakat bisa dikelola secara mandiri,” jelas Risjon.
Berdasarkan data per 25 Agustus 2025, jumlah anggota koperasi yang sudah terdaftar mencapai lebih dari 2.500 kepala keluarga. Beberapa daerah seperti Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, dan Bone Bolango menunjukkan progres yang lebih signifikan dengan adanya unit simpan pinjam, gerai LPG, hingga mitra usaha.
Namun Risjon menegaskan masih ada tantangan besar, salah satunya keterbatasan sarana pendukung seperti cold storage dan logistik skala besar. “Saat ini belum ada cold storage yang beroperasi. Padahal ini penting untuk menunjang distribusi pangan, terutama beras dan komoditas lain yang dikelola koperasi,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan, saat ini sudah ada tiga desa yang menyusun bisnis plan koperasi, yaitu Desa Tingkohubu Timur, Padebuolo, dan Tinelo Suwawa.
Untuk mempercepat penguatan kelembagaan koperasi, Risjon meminta dukungan penuh DPRD, khususnya Komisi II, baik dari sisi anggaran maupun kebijakan.
“Kami butuh dukungan legislatif untuk memperluas pembentukan koperasi, menghadirkan fasilitas penunjang, serta memperkuat kemitraan dengan BUMDes, UMKM, dan sektor swasta,” ujar Risjon.
Menurutnya, dengan penguatan Koperasi Merah Putih, Gorontalo dapat mencapai kemandirian ekonomi desa dan menjadikan koperasi sebagai pilar utama ketahanan pangan serta penggerak usaha masyarakat. (Adv/IH)



















