Tiga Desa Di Kemranjen Masih Terendam Banjir, Ratusan Warga Mengungsi

JATENG, MEDGO.ID– Akibat meluapnya beberapa sungai di Wilayah Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas Jawa Tengah karena hujan deras yang turun sejak awal pekan kemarin, ada sejumlah desa di Kecamatan Kemranjen yaitu Desa Sirau, Grujugan dan Sidamulya, terendam banjir.

Potensi besar terjadinya banjir di tiga desa tersebut dikarenakan letaknya memang berada di cekungan.

Banjir di Kecamatan Kemranjen tersebut sudah berlangsung sejak Rabu Rabu (28/10/2020) dan hingga hari Jum’at (30/10/2020) pagi, air masih juga belum surut. Seperti dilansir dari RRI.co.id.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas Titi Puji Astuti mengatakan bahwa ada ratusan orang yang berada masih berada di pengungsian karena rumah mereka masih terendam banjir dengan ketinggian antara 20 cm hingga 100 cm.

“Para warga ada yang mengungsi di lokasi yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas namun ada juga yang mengungsi ke rumah sanak saudara mereka”, kata Titi.

Keterangan foto: Kepala BPBD Banyumas Titi Puji Astuti. (Dok. foto: BPBD)

Titi menyampaikan bahwa untuk Desa Sirau ada sebanyak 56 orang yang mengungsi di dua tempat yakni di Masjid Baitul Nikmah dan MI Fathul Ulum.

Selain itu masih ada ratusan orang yang mengungsi ke rumah keluarga mereka, aman dan tidak terendam banjir.

“Untuk warga Desa Sidamulya jumlah yang mengungsi ada sebanyak 75 orang dan menempati gedung MI dan 210 orang lainnya mengungsi ke tempat sudara-saudara mereka,” ujar Titi.

Titi menambahkan, untuk wilayah Kecamatan Sumpiuh banjir sudah surut, dan sudah dilakukan penutupan sejumlah tanggul yang jebol pada Kamis (29/10/2020). Penutupan tanggul dilakukan dengan menggunakan karung berisi tanah atau pasir.

Sementara itu, Komandan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Banyumas, Heriana Adi Chandra mengatakan bahwa selain ada ratusan warga yang mengungsi, juga ada ratusan orang yang masih bertahan di rumah masing- masing sambil menunggu air surut, untuk menjaga harta bendanya.

Heriana mengatakan bahwa untuk para warga yang bertahan di rumahnya, diberikan juga bantuan berupa nasi bungkus, dimana total bantuan makanan untuk sekali makan yaitu untuk Desa Grujugan 495 orang, Sidamulya 75, dan Sirau 670 orang.

“Saat ini kita sangat membutuhkan bantuan dari para donator, yang dibutuhkan adalah sayuran, bumbu dapur, dan lauk utama seperti tempe, telor ataupun daging,” pungkas Heriana. (MDG)

Laporan: Adang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here