Terjun ke Dunia Politik, RG Terinsipirasi dari Surya Paloh

Peluncuran dan bedah buku laporan dua tahun kinerja Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang), Rachmad Gobel di Dinar Grand Hall, Limboto, Gorontalo. Kamis, (10/03)

Gorontalo, Medgo.id — Ada yang menarik dalam acara peluncuran dan bedah buku laporan dua tahun kinerja Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang), Rachmad Gobel di Dinar Grand Hall, Limboto, Gorontalo. Kamis, (10/03)

Buku Laporan Kinerja Tahun Ke II, Gobel menegaskan itu sebagai bentuk pertanggungjawabannya tentang hasil-hasil kinerja selama dua tahun ini sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Gorontalo.

Buku Laporan Kinerja Tahun ke II ini terdiri atas 12 Bab dan 466 halaman. Selain berisikan laporan Kinerja Rachmad Gobel juga termasuk pemikiran, keinginan dan gagasan dari kunjungannya di berbagai wilayah Provinsi Gorontalo hingga kunjungan ke mancanegara.

Tiga gagasan Rachmad Gobel memajukan Provinsi Gorontalo 2051 adalah pertama sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan; kedua sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dan ketiga sektor pangan dan herbal

Menariknya, Rachmat mengakui ketertarikannya terjun ke dunia politik karena terkesan dengan pemikiran-pemikiran Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.

“Pidato kebangsaan Pak Surya Paloh yang sering saya dengar menggugah saya untuk berkiprah menjadi politisi hingga sekarang,” ujarnya

Dia mengungkapkan, ada rekan bisnisnya baik dalam dan luar negeri yang terkejut, melihatnya aktif dalam bidang politik melalui Partai NasDem.

“Rekan bisnis saya di Jepang terkejut saya terjun ke politik. Bahkan sekarang menjabat Wakil Ketua DPR RI,” tuturnya

Gobel pun berterima kasih kepada Partai NasDem khususnya Ketua Umum Surya Paloh yang telah memberikan kepercayaan kepadanya menduduki jabatan saat ini.

“Kepercayaan itu tetap saya pertahankan dengan cara setiap reses dan kesempatan yang ada selalu menyempatkan diri ke daerah pemilihan di Gorontalo,” tukasnya.

Diakuinya, sejak kecil dididik untuk tetap mempertahankan nilai-nilai kebaikan dan kemuliaan bagi setiap orang. “Jabatan itu adalah ibadah dan bekerja untuk tetap menjaga kepercayaan dan kehormatan,” tegas Gobel. (**)

Exit mobile version