Setubuhi Anak di Bawah Umur, Pria Ini Nginap di Polres Asahan

Satuan Reskrim Polres Asahan tangkap pelaku asusila terhadap anak di bawah umur, (foto: Ist)

ASAHAN, Medgo.id — Akibat menyutubuhi anak di bawah umur, Pria berusia 38 tahun berinisial AN warga Kecamatan Bandar Pasir Mandoge Kabupaten Asahan diringkus Polisi, Nginap di tahanan Polres Asahan.

Aksi asusila yang dilakukan pelaku pada Kamis (13/10) terhadap korban sebut saja Bunga, yang baru berusia (12) yang juga warga Kecamatan Bandar Pasir Mandoge Kabupaten Asahan, sekira pukul 08.00 Wib.

Aksi bejat pelaku terungkap setelah kakek korban Ngadi (61) diberitahukan kepada temanya bahwa cucunya menjadi korban Asusila oleh Pelaku inisial AN.

Kakek yang terkejut seketika langsung pulang kerumah, setelah dilihat, rumah Kakek Ngadi sudah ramai.

Kakek korbanpun langsung mendatangi Polres Asahan untuk melaporkan aksi bejat pelaku terhadap cucu perempuanya yang masih di bawah umur.

Begitu menerima laporan, anggota Satreskrim Polres Asahan langsung melakukan pengejaran dan pemeriksaan terhadap terduga pelaku dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan.

Kepada wartawan, Sabtu (15/10). Kasat Reskrim Polres Asahan AKP, Muhammad Said Husen, membenarkan adanya pengungkapan kasus asusila dengan korban anak dibawah umur itu.

Sehubungan adanya diduga tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh terlapor kepada korban.

“Perbuatan ini dilakukan oleh pelaku berinisial AN pada Kamis (13/10) sekira pukul 08.00 Wib di Pondok PT. Aren Desa Sei Kopas Kecamatan Bandar Pasir Mandoge Kabupaten Asahan,” kata Kasat.

Lanjut Kasat, Kemudian dari hasil penyelidikan yang sudah dilakukan Satreskrim Polres Asahan pada kamis di hari yang sama, pelaku berhasil di amankan Polisi.

“Saat korban bunga dimintai keterangan oleh penyidik, korban mengakui bahwa korban sudah disetubuhi oleh pelaku inisial AN sebanyak 3 kali,” bebernya.

Saat ini pelaku dalam proses sidik yang ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Asahan.

“Sedangkan untuk pelaku diancam Pasal 81 UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang,” ungkapnya. **Mf