Press Release: Kapolres Asahan Ungkap Kasus Pembuangan Bayi di Aek Tarum

Foto: Gelar Konferensi Pers pengungkapan Kasus dipimpin oleh Kapolres Asahan Polda Sumut AKBP Putu Yudha Prawira, SIK, MH.

ASAHAN, MEDGO.ID – Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira dalam Konferensi Pers dihadapan sejumlah wartawan media, Kamis (12/8/2021) dalam paparanya menyampaikan tersangka pelaku pembuangan bayi tidak lain ibu kandung dari bayi tersebut berinisial VP alias Putri (18) berhasil diamankan petugas dalam waktu singkat sekira dua jam usai ditemukanya bayi berkelamin perempuan yang masih lengkap dengan tali pusar (uri uri) tersebut oleh warga sekitar yang sempat mengegerkan warga Asahan.

Lebih lanjut Kapolres mengungkapkan, Perkara tindak pidana “Percobaan melakukan pembunuhan dan melakukan kekerasan terhadap anak” sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 338 KUHP Jo. Pasal 53 KUHP terhadap diri korban bayi yang baru saja dilahirkan yang terjadi pada hari Rabu 11 Agustus 2021 sekira pukul 12.00 Wib, di pinggir jurang tempat pembuangan sampah di Dsn Il Desa Perkebunan Aek Tarum Kecamatan Bandar Pulau Kabupaten Asahan yang dilakukan oleh VP dengan cara terlebih dahulu melahirkan bayi tersebut seorang diri di dalam kamar mandi rumah orang tuanya di Dsn ll Desa Perkebunan Aek Tarum, Rabu tanggal 11 Agustus 2021 sekira pukul 08.00 Wib.

Selanjutnya dalam pengakuan tersangka, membungkus bayi yang baru dilahirkannya tersebut dengan menggunakan celana pendek yang dipakainya pada saat masuk ke dalam kamar mandi, dengan memakai handuk warna orange sambil menggendong bayi tersebut dibawa masuk ke dalam kamar untuk memakai celana.

Foto: Kapolres Asahan menunjukan adapun sejumlah barang bukti yang didapat.

Setelah itu, tersangka membungkus bayi tersebut dengan menggunakan kain sarung yang diambilnya dari dalam lemari yang ada di dalam kamarya, selanjutnya menggendong bayi tersebut keluar rumah dan menaruhnya di dalam ember tempat sampah, kemudian menenteng ember tersebut dengan menggunakan tangan kiri berjalan menuju tepi jurang tempat pembuangan sampah.

Dimana letak lokasinya tidak jauh hanya berjarak lebih kurang 20 Meter dari rumahnya, selanjutnya setelah sampai di tepi jurang, tanpa menurunkan ember dari tangannya, tersangka mengangkat bungkusan kain bayi tersebut kemudian membuangnya ke tepi jurang dan kemudian kembali ke rumah orang tuanya sambil membawa ember tempat sampah tersebut.

Beruntung hingga pada pukul 12.00 Wib bayi terebut ditemukan oleh masyarakat dan kemduian dilaporkan kepada Kepala Desa Perkebunan Aek Tarum untuk selanjutnya dibawa ke Poliklinik PT. Bridgestone untuk mendapatkan perawatna medis.

Adapun motif dari pelaku tegah membuang bayinya tersebut berdasarkan keterangan tersangka VP, agar orang lain tidak mengetahui bahwasanya dirinya telah melahirkan (menyembunyikan kelahirannya), serta tujuan membuang dan meninggalkan anak di tepi jurang tempat pembuangan sampah adalah agar bayi tersebut mati dan tidak diketahui orang.

Foto: Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira, SIK, MH saat memaparkan ungkap kasus pembuangan Bayi dihadapan sejumlah Media.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/83/VIII/2021/SU/Res Ash, tanggal 11 Agustus 2021. Kasus ini berhasil diungkap dalam waktu singkat, Rabu tanggal 11 Agusius 2021 sekira pukul 12.10 Wib, Kapolsek bandar Pulau Polres Asahan Polda Sumut, AKP Ali Yunus Siregar mendapatkan informasi dari Ahmad Yani Simangunsong Kepala Desa Perkebunan Aek Tarum Kecamatan Bandar Pulau Kabupaten Asahan.

Bahwasanya di Dusun II Desa Perkebunan Aek Tarum kec. Bandar Pulau Kab. Asahan (tempat pembuangan sampah) telah ditemukan seorang bayi berjenis kelamin perempuan dengan keadaan masih hidup, selanjutnya bayi tersebut dibawa dan diamankan di Poliklinik PT. Bridgestone Aek tarum oleh Kepala Desa Perkebunan Aek Tarum dan masyarakat untuk mendapatkan perawatan medis.

Usai mendapatkan laporan, Tanpa mengulur waktu lama. Kapolsek Bandar Pulau didampingi Kanit Reskrim, kanit Sabhara dan Kanit Intelkam berangkat menuju ke TKP, sekira pukul 14.00 Wib, bertemu dengan AIPTU Boby Hermawan dan BRIPKA Atumanggor di lokasi kejadian untuk dilakukan olah TKP. Dari hasil penyelidikan petugas mendapatkan informasi bahwasanya ada seorang perempuan berinisial VP diduga kuat seorang perempuan yang telah melahirkan dan membuang bayi tersebut.

Penyelidikan pun berlanjut, petugas kepolisian langsung mendatangi rumah VP dan dilakukan wawancara kepada pelaku, awalnya pelaku tidak mengakuinya, sehingga petugas membawanya ke Kinik PT Bridgestone di Dsn. I Ds. Perkebunan Aek Tarum Kec. Bandar Pulau kab. Asahan, setelah berada di poliklinik, petugas meminta bantuan kepada tenaga medis (perempuan) untuk melakukan pemeriksaan terhadap VP (pelaku).

Usai pemeriksaan oleh tenaga medis ternyata benar terdapat hasil bahwa pelaku baru saja melahirkan seorang bayi dan mengakui bahwa ia yang telah membuang bayi yang dilahirkanya tersebut, Setelah mendengar pengakuan dari VP, selanjutnya petugas kepolisian Sektor Bandar Pulau membawa dan mengamankan pelaku beserta sejumlah barang bukti ke Polres Asahan untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

“Atas perbuatanya, Pelaku VP terancam Pasal 80 ayat (1) Jo. Pasal 76C UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Ri nomor 23 tahun 2002 perlindungan anak. – Pasal 80 ayat (1) Jo. Pasal 76C UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 perlindungan anak. Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan atau denda paling banyak Rp. 72.000.000,- (tujuh puluh dua juta rupiah),” ungkap Kapolres Mengakhiri. (MF)

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here