Positive Konsumsi dan Terbukti Simpan Shabu 1.70 Gram, ALF Nginap di Polres Tanjungbalai

(ALF) pelaku beserta barang bukti saat diproses diruang penyidik Satnarkoba Polres Tanjung Balai

TANJUNG BALAI, MEDGO.ID Satuan Personil Unit Narkoba Polres Tanjungbalai mengungkap kasus Narkotika jenis Shabu, Ade Lusi Fratiwi, Pr (26), (IRT) warga Jalan Kenanga Lk.V Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjung Balai, terduga memiliki, menyimpan dan menguasai Narkotika jenis shabu kini sudah diamankan Polisi.

“Berawal informasi yang kita dapat dari masyarkat, kita langsung mengerahkan Personil Team Opsnal unit II Sat Res Narkoba di pimpin IPDA Awaluddin ke lokasi terduga pelaku, bahwa di Jalan Bunga Tanjung Km 3,5 kelurahan Bunga Tanjung, Kecamatan Datuk bandar Kota Tg Balai ada 1(satu) org Perempuan dengan ciri-ciri yg sudah di informasikan terduga pemakai Narkotika jenis shabu,” ungkap Kasat Narkoba AKP Zulfikar kepada wartawan, Sabtu (20/3/2021).

(ALF) pelaku beserta barang bukti pada saat Team Opsnal Sat Narkoba Polres Tg Balai melakukan penangkapan di lokasi TKP

Selanjutnya, pada saat Team Opsnal melakukan penyelidikan ke TKP, akhirnya petugas melihat terduga pelaku dialamat tersebut, seorang perempuan sesuai data laporan yang didapat, disaat itu juga team opsnal langsung menyergab ALF, Rabu (17/3/2021) sekira pukul 22.00 wib, dan langsung mengintrogasi lisan terhadap ALF sehingga team opsnal menemukan sejumlah barang bukti dihadapan ALF 1 bungkus pelastik klip transparan berisikan shabu sekira berat kotor 1.70 gram, dihadapan polisi ALF mengakui barang haram tersebut benar miliknya.

BACA JUGA :  Siap-siap ! Kapolri Akan Menindak Tegas Anggotanya Terlibat Narkoba

Guna pemeriksaan hukum lebih lanjut ALF beserta barang bukti lainya 1 unit handphone merek oppo, uang sejumlah Rp,100.000, dan selembar tisu putih, diamankan team opsnal diruang pemeriksaan peyidik Polres Tanjungbalai, dihadapan pelaku (ALF) petugas melakukan penimbangan shabu tersebut dengan berat kotor 1.70 gram.

“Dalam kasus ini pelaku dikenakan pasal yang dipersangkakan Pasal 114 Ayat (1) Sub 112 Ayat (1) KUHPidana UU NO.35 Tahun 2009, terancam hukuman minimal 5 tahun paling lama 20 tahun,” Ungkap Akp Zulfikar.

BACA JUGA :  Aktivis Papua Markus Yenu Kecam Tindakan KKB yang Sangat Keji

Laporan : E Franata

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here