Limbah Pasar Tradisional Simpang Empat Resahkan Warga Belasan Tahun

Terlihat dari bagian belakang Pasar dagang Tradisional Simpang Empat, Lokasi aliran pembuangan limbahnya yang tidak ada tempat titik pembuanganya hingga saat ini mencemari rumah warga setempat sekitarnya. (foto Miko)

Asahan, MEDGO ID — Warga Sekitar belakang Pasar Dagang Tradisional Simpang Empat membutuhkan perhatian DPRD setempat dan dari Pemkab Asahan, pasalnya Sejak tahun 1998 hingga sekarang tahun 2021 lamanya, Pemerintah setempat maupun Pemkab Asahan belum juga dapat memberi solusi baik penanganan maupun tindakan tegas.

Terkait tidak adanya tempat pembuangan sampah atau limbah yang bersumber dari Pasar dagang Tradisional kelokasi seluruh areal tempat tinggal warga sekitarnya, Pasar dagang tradisional yang terletak di Jalan Perintis Desa Simpang Empat Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Asahan.

Atas suara hati jeritan warga selama ini, Kamis, 29 Oktober 2021 kru reporter Media Digital Global meninjau turun kelokasi ke sejumlah rumah warga yang terdampak pembuangan aliran limbah yang bersumber dari Pasar Tradisional Simpang Empat tersebut.

Dampak yang merasakanya hingga saat ini seluruh warga sekitar yang tinggal di belakang areal lokasi tempat aliran pembuangan kotoran (limbah) dari Pasar Tradisional tersebut, salah satunya yang terdekat SD Negeri 010027 Simpang Empat.

Pak Tuas (46) bersama Pak Gultom (50) Salah satu dari warga sekitar saat ditemui kru reporter media mengatakan, “Kami sebenarnya sudah tidak tahan lagi merasakan hal ini, terutama jika adanya hujan maka luapan limbah tersebut masuk kedalam rumah mengotori seluruh dapur,” ungkapya

Tidak hanya itu, kotoran limbah tersebut juga mencemari air sumur kami dan air sumur milik warga sekitar lainya, sehinggah menjadi kotor, bauk, banyak menimbulkan binatang seperti cacing dan jentit-jentit jenis anak nyamuk, sehingga air tidak dapat digunakan.

Mirisnya lagi kepada warga sekitar, terutama anak-anaknya yang terdampak kerap sering mengalami menyakit diare, penyakit kulit, maupun malaria, ungkap Simarwati (36) juga salah satu warga yang terdampak.

Masih dikatakan Simarwati, “Parahnya aliran sampah limbah tersebut hingga saat ini tidak ada tempat pembuanganya, sehingga dampaknya terus mencemari lingkungan rumah dan air sumur warga sekitar sini,” ungkapnya

Ditempat terpisah, Umar Simangunsong Camat Kecamatan Simpang Empat mengatakan, Pihak kami juga sudah pernah melakukan upaya untuk menangani tekait masalah pembuangan limbah dari pasar tradisional tersebut, tapi belum juga mendapatkan solusi dan tindakan tegas dari Pemkab Asahan.

“Namun sepertinya hal ini sudah tidak bisa dibiarkan lagi, karena sudah cukup lama hingga belasan tahun warga merasakan pahit dan sedihnya dampak limbah tersebut,” ujar Umar Simangunsong Camat Simpang Empat yang sekarang ini menjabat

Kepala Desa Simpang Empat, Yafitham Marpaung SH saat ditemui Kru media diruang kerjanya juga mengatakan, Dari Pihak desa kami juga sudah sejak dulu melakukan upaya dan sampai saat ini juga kami akan melakukan upaya kembali untuk menangani hal tersebut hingga mendapatkan solusi maupun hasil seperti harapan warga.

“Bersama pihak kecamatan dan pihak yang terkait dalam waktu dekat ini kami akan mencoba kembali melakukan segala upaya terkait masalah pencemaran limbah dari Pasar Tradisional Simpang Empat tersbut,” ujar Yafitman.

Reporter: Miko

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here