TIM Kuasa Hukum “MS” Angkat Bicara di Hadapan Sejumlah Media Terkenal Asahan

Ket foto: Advokat Pengacara, Tim Pembela, Kuasa Hukum Muhammad Sahlan yang dipimpin Zulkifli, SH, Sumantri, SH. MH, Fahri Andi Harahap, SH, Dianti Novita Marwa, SH, Sabar Mulia Panjaitan, SH Sholahuddin Marpaung SH, dan Ichwal Fadillah Siregar SH, Angkat Bicara menggelar Konferensi Pers. (foto mf)

Asahan, MEDGO.ID — Sebelumnya dijelaskan, penahanan terhadap Muhammad Sahlan (38) diduga terlibat kasus korupsi pengadaan lembu pada tahun anggaran 2019, Yang mana didalam pengadaan lembu tersebut ditemukan kerugian negara sebesar Rp. 600 juta lebih. Dan hingga saat ini Muhammad Sahlan tersebut masih menjalani tahapan persidangan.

Bertempat dihalaman Kaffe Beno Kisaran Kabupaten Asahan, Jumat (24/9) sekira pukul 17.30 WIb. Tim Kuasa Hukum “MS” (Muhammad Sahlan) menggelar “KONFERENSI PERS” mengutarakan kehadapan publik melalui media cetak dan elektronik terkenal di Asahan yang hadir.

Dalam gelar Konferensi Pers ini sejumlah Advokat Pengacara yang mewakili dari Tim Kuasa Hukum “MS” yang di Pimpin salah satu Lawyer terkenal di Kab. Asahan Zulkifli, SH mengutarakan rasa kekecewaan mereka terhadap sikap Kejari Asahan terhdap mereka sebelumnya yang diduga telah melecehkan Profesi Advokad.

Ket foto: Tim Kuasa Hukum Muhammad Sahlan menggelar Konferensi Pers, Dihadiri sejumlah insan Pers, Jumat (24/9).

“Kami dilarang masuk oleh Kejari Asahan dengan alasan Protokol Kesehatan dan lebih gak profesional lagi bahwa kantor Kejari Asahan dikunci dan kami di suruh berhadapan oleh penjaga gerbang,” ungkap Zulkifli selaku Kordinator penasehat MS saat gelar Konferensi Pers.

Oleh karena itu dengan tegas, Tim Kuasa Hukum “MS” akan melaporkan hal ini ke Kejaksaan Negeri Tinggi (Kejari) Asahan kepada pihak Jaksa Agung Muda Pengawasan (Kejamwas) Kejagung RI dan Komisi 3 DPR RI.

Dalam hal ini Dianti Novita Marwa, SH salah satu Tim Pengacara Handal “MS” juga angkat bicara, Dengan tegas ia juga mengatakan rasa kekecewaan yang mereka alami. “Sangat disayangkan sekali atas tindakan yang dilakukan oleh Kejari Asahan terhadap kami selaku Tim penasehat hukum MS, kami tidak menyangka,” tandasnya

Dalam ungkapanya Tim kuasa hukum MS menilai, tindakan tersebut membuat mereka merasa sangat tidak dihargai sebagai seorang yang beprofesi sebagai Advokat, sebab dalam aturan hukum, penasehat hukum itu memiliki kebebasan dalam bertemu dengan kliennya. Untuk itulah, Kejari Asahan diduga telah melakukan pembatasan dan adanya intervensi.

Zulkifli menambahkan pengakuanya, jika dilarangan untuk masuk tersebut dikarenakan adanya alasan protokol kesehatan atau tidaknya mentaati (prokes), hal tersebut menurut kami sangat tidak masuk akal.

“Sebab, Tim kami saat itu yang datang sudah mentaati protokol kesehatan, sebelum masuk terlebih dahulu mencuci tangan serta juga sudah menjaga jarak dan kerap menggunakan masker,” ungkap Zulkifli, SH dihadapan sejumlah Insan Pers. [PS68]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here