Budaya Penikmat Kopi di Gorontalo, Warkop Paling Diminati Anak Muda

Gorontalo, Medgo.ID — Kopi kini masih menjadi salah satu identitas daerah, terutama daerah di Indonesia yang budaya ngopinya masih tinggi. Salah satunya budaya ngopi di Provinsi Gorontalo.

Menurut Anas Mustapa, budaya ngopi di Gorontalo itu masih kental hingga sekarang. Anas yang membidangi pengembangan kuliner, pangan dan budaya di Indonesia, menjelaskan lebih lanjut tentang sejarah kopi di Gorontalo.

“Kalau di Gorontalo, warung kopi tradisional itu ada di mana-mana. Warung kopi ini bukan hanya tempat minum kopi saja, tapi sudah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari warga hingga anak muda di Gorontalo,” ungkap Anas (30/08).

Terlebih, dijelaskannya bahwa kebanyakan warga Gorontalo akan membangun koneksi hingga bertemu orang banyak di warung kopi. Bahkan pemerintah daerah Gorontalo biasanya akan melakukan survei ke berbagai warung kopi sebelum meluncurkan sebuah kebijakan atau peraturan baru di daerah tersebut.

Salah satu kopi yang paling digemari adalah Kopi robusta, Kopi Pinogu. Di Gorontalo awalnya biji kopi pertama kali dibawa oleh para pedagang yang berasal dari Belanda, tepat pada tahun 1677.

“Di Gorontalo kebanyakan kopi itu jenisnya robusta, seperti kopi Pinogu. Para petani kopi ini harus menempuh perjalanan selama 10 jam melewati rawa hingga sungai untuk memanen kopi ini. Karena kebun kopi biasanya ada di dalam hutan,” jelasnya.

Sementara dari sisi sejarahnya, kata dia, kopi liberika Pinogu yang berasal dari Kabupaten Bone Bolango ini sempat menjadi minuman kopi favorit Ratu Wilhelmina di Belanda pada era 1879.

Ratusan tahun berselang, tepatnya pada tahun 1970, kopi Pinogu semakin berkembang dan digemari banyak orang. Saat itu ada proyek PRPTE Direktorat Jenderal Perkebunan yang mengirimkan ribuan bibit kopi robusta kepada masyarakat di Pinogu.

Dari sana cikal bakal munculnya kopi Pinogu jenis robusta yang dikenal hingga kini. Ketenaran kopi Pinogu sebagai ikon kopi dari Gorontalo semakin tinggi pada tahun 2012.

Pada tahun itu pun Bupati Bone Bolango, Hamim Pou meminta pemerintah daerah Kabupaten Bone Bolango untuk melakukan penelitian guna mencari potensi wilayah untuk perkebunan kopi Pinogu.

Lalu pada tahun 2013, kopi robusta Pinogu ikut serta dalam acara International Tourism Bourse di Berlin, Jerman. Meski masih pendatang baru dalam dunia kopi internasional, tapi kopi robusta Pinogu berhasil menarik banyak peminat kopi internasional.

“Jadi kopi Pinogu itu sejarahnya cukup panjang, dan digemari hingga ke Jerman,” tutur Anas. (**)

Exit mobile version