Aksi Masa AMPETA, Nyatakan Mosi Tidak Percaya Kepada Ketua DPRD Luwu Utara

Luwu Utara, (MEDGO.ID) — Aliansi Mahasiswa Luwu Utara (AMPETA) Menggalar aksi unjuk rasa, di gedung DPRD Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan dengan membawa alat peraga aksi berupa Keranda Mayat.

Menurut Korlap aksi Hasan,  Bahwa Aksi
yang  mereka  lakukan adalah bentuk krisis ketidak-percayaan terhadap Ketua DPRD Kabupaten Luwu Utara, terkait  kunjungan Ketua DPRD  ke masyarkat, dan  ada perosalan Perumahan nelayan beberapa minggu yang lalu itu menimbulkan pertanyaan besar.

Pasalnya, saat melakukan kunjungan tersebut,  dalam penyampaian nya kepada masyarakat, Ketua DPRD Luwu Utara menyatakan bahwa kami telah mencaci maki sehingga menyebabkan kabid Dinas Tarkim menangis di ruang aspirasi saat kami hearing,  pada tanggal 06 januari 2017 lalu.

Olehnya, pihak AMPETA sangat kecawa dengan pernyataan Seorang Ketua DPRD teret, apalagi ia adalah sebagai simbol Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Luwu Utara,  yang sepatutnya dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat harus hal yang bemar.  Karenanya ini kami anggap sebagai pembohongan terhadap publik.

Bukan hanya  itu pernyataan Ketua DPRD  yang membuat hati kami ter iris-iris,  sebagai mahasiswa, pernyataan kedua Ketua DPRD menghimbau masyarakat untuk keberatan atas hadir nya kami selaku mahasiswa mengatas namakan perumahan nelayan walaupun dalam bahasa tidak ada unsur paksaan,  tetapi ini sangat fatal di karena ketua ia sebagai wakil rakat di perlemen harus menjadi penengah dan dapat menetralitasir (Mendamaikan red) kondisi yang ada bukan malahan  menyudutkan gerakan mahasiswa yang di lakukan di  DPRD saat itu, dan bqgi kami dikatakan seperti itu  hanya bentuk mencari kesalahan-kesalahan yang ada, lanjut Korlap.

kami tegaskan bahwa kami tdk mencari keselahan” yang ada tapi kami hanya mencoba meluruskan mekanisme juknis yang ada. dan seharusnya dprd harus mendukung itu bukan mala mengeluarkan bahasa yang bersifat propokatif.

Olehnya, Aliansi mahasiswa AMPETA menyatakan Mosi tidak percaya Lagi dengan Ketua DPRD Luwu Utara.

Ketua DPRD Basri sudah menyatakan permohonan maaf atas hal itu, yang disampaikan kepada masa aksi saat hearing Rabu (22/01/2020) dikantor DPRD Luwu Utara.

AMPETA  mengancam akan melalukan aksi lagi dengan masa yang lebih besar lagi. Sebab tidak ada titik temu antara masa aksi dengan pihak DPRD Luwu Utara. (Akbar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here