Kota Gorontalo, MEDGO.ID – Gusnar Ismail menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) penyelenggaraan pemerintahan daerah tahun 2025 dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Gorontalo yang berlangsung pada Senin (9/3/2026).
Dalam pemaparannya, Gusnar menegaskan bahwa kinerja Pemerintah Provinsi Gorontalo tetap menunjukkan hasil positif meskipun dihadapkan pada keterbatasan fiskal. Ia menyebutkan, capaian pendapatan daerah berhasil melampaui target dan bahkan menjadi yang tertinggi secara nasional dengan realisasi mencapai 106,89 persen. Sementara itu, realisasi belanja daerah juga tercatat cukup tinggi, berada pada posisi keenam secara nasional dengan capaian 92,78 persen.
“Data ini sengaja kami tampilkan untuk memberikan keyakinan pada kita semua, ditengah fiskal yang menurun, kita masih memiliki kinerja anggaran yang cukup baik secara nasional pada tahun 2025. Kita mampu dan berusaha sedapat mungkin mengelola anggaran yang menjadi tanggung jawab dengan sebaik-baiknya” ungkap Gusnar.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pelaksanaan lima program unggulan daerah tetap berjalan meskipun dukungan anggaran terbatas. Program-program tersebut mencakup penguatan sumber daya manusia, pengembangan sektor agromaritim, peningkatan pariwisata, pemberdayaan UMKM, serta pembangunan infrastruktur. Menurutnya, berbagai program ini telah menunjukkan perkembangan pembangunan yang cukup signifikan.
Gusnar juga berharap dokumen LKPJ yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi bersama. Ia membuka ruang bagi berbagai masukan dan kritik dari DPRD maupun masyarakat guna penyempurnaan kebijakan pembangunan daerah ke depan.
Dari sisi capaian makro pembangunan, sejumlah indikator menunjukkan hasil melampaui target yang telah ditetapkan. Pertumbuhan ekonomi Gorontalo tercatat mencapai 5,71 persen, lebih tinggi dari target 5,54 persen. Angka kemiskinan juga berhasil ditekan menjadi 12,62 persen dari sebelumnya 13,58 persen, sementara rasio gini berada pada angka 0,382 yang menunjukkan distribusi pendapatan relatif lebih merata.
Selain itu, indeks pembangunan manusia meningkat menjadi 72,62. Tingkat inflasi tahunan (year on year) juga menempatkan Gorontalo dalam sepuluh daerah dengan inflasi terendah. PDRB per kapita turut mengalami peningkatan cukup signifikan menjadi 47,48 dari sebelumnya 37,2.
Namun demikian, tingkat pengangguran terbuka masih belum mencapai target yang ditetapkan. Kondisi ini, menurut Gusnar, berkaitan dengan masih terbatasnya penyerapan tenaga kerja di sektor usaha.
“Terkait angka pengangguran, saya menganalisis ini ada kaitannya dengan lemahnya kemampuan pengusaha untuk merekrut tenaga kerja, ini data yang kami pegang untuk kedepannya kita akan coba cari jalan keluar” kata Gusnar.
Dalam kesempatan tersebut, Gusnar bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie juga memaparkan sejumlah langkah strategis yang mulai dijalankan pada tahun 2025. Beberapa di antaranya meliputi kelanjutan pembangunan Bendungan Bulango Ulu dan SPAM Regional, program cetak sawah baru di Randangan, rencana perluasan apron Bandara Djalaluddin menuju embarkasi haji, serta pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi dan sektor pertambangan.













